Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar

    8 Juli 2026

    PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang

    8 Juli 2026

    KUA Sukatani Jemput Bola Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dan Musholla, Tingkatkan Kekhusyukan Ibadah

    8 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar
    • PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang
    • KUA Sukatani Jemput Bola Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dan Musholla, Tingkatkan Kekhusyukan Ibadah
    • Perkokoh Pilar Kaderisasi, PC IPNU Kabupaten Bekasi Utus 4 Kader Terbaik ke Latin & Latpel
    • Wujud Kepedulian Sesama, UPZ Al Amin Sukses Salurkan Santunan Anak Yatim di Villa Lestari Cikarang
    • Materi Pengenalan Komputer – SMK Darma Asih
    • Pondok Pesantren Darul Muttaqin Cibarusah Sukses Menjadi Tuan Rumah Kaderisasi, PCNU Kabupaten Bekasi Sampaikan Penghargaan dan Terima Kasih
    • 𝙈𝙀𝙉𝙔𝙊𝘼𝙇 𝙆𝘼𝙈𝙋𝘼𝙉𝙔𝙀 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙈𝙋𝙄𝙉 𝙉𝙐
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Rabu, Juli 8
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Berita

    Mama Cibogo Ulama Pejuang Hizbullah Fi Sabilillah Pra Kemerdekaan Yang Tersembunyi

    adminBy admin26 Juli 2025 Berita Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Cibarusah, Bekasi – Malam Jum’at akhir di bulan Muharram 1447 H kembali menjadi momentum penuh khidmat bagi keluarga besar Pesantren Al-Baqiyatus Sholihat, Kampung Cibogo, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Haul Almaghfurlah Mama KHR. Ma’mun Nawawi—ulama besar ahli falak dan pendiri pesantren tersebut—kali ini digelar lebih istimewa. Tidak hanya satu malam seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian haul digelar selama tiga malam berturut-turut.

    Dua malam pertama, yakni malam Jum’at dan malam Sabtu diisi dengan Khotmul Qur’an oleh para santri dan alumni, sebagai bentuk tawassul dan rasa cinta pada sang muassis. Puncak haul dilangsungkan pada malam Ahad, yang diisi dengan Tabligh Akbar menghadirkan para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

    Haul ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan do’a bersama, tetapi juga menjadi refleksi atas keteladanan sosok ulama yang berjasa besar dalam pengembangan keilmuan Islam, khususnya ilmu falak, di Tatar Pasundan.

    Siapa Sosok Mama KHR. Ma’mun Nawawi..?

    KH Raden Ma’mun Nawawi atau lebih dikenal sebagai Mama Cibogo, adalah ulama kharismatik yang lahir pada Kamis, 1330 H (1912 M) dari pasangan KH Raden Anwar dan Nyai Hj Romlah. Beliau adalah keturunan ke-24 dari Rasulullah SAW melalui jalur Sunan Gunung Djati, tokoh sentral Islamisasi di Tanah Sunda.

    Sejak kecil, Mama Cibogo sudah menunjukkan ketekunan luar biasa dalam belajar. Ia berguru langsung kepada ayahnya, lalu melanjutkan ke pesantren-pesantren ternama seperti Pesantren Plered Purwakarta (Mama Sempur), Mekkah (Sayyid Alwi Al-Maliki, Syekh Mukhtar al-Bughuri), serta ulama-ulama besar Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari (Tebuireng), KH Mahfudz Termas, dan Guru Mansur (Jembatan Lima, Jakarta), yang menjadikannya sebagai salah satu murid tercerdas.

    Kiprah dan Warisan Intelektual

    Mama Cibogo tidak hanya dikenal sebagai ahli falak, tetapi juga penulis produktif. Beliau telah menulis lebih dari 60 karya, banyak di antaranya menggunakan aksara Arab berbahasa Sunda. Di antara karya terkenalnya adalah Hikayat al-Mutaqaddimin, Risalah Zakat, Kasyf al-Humum wal Ghumum, Syair Qiyamat, dan Risalah Syurb ad-Dukhan. Karya-karyanya menjadi rujukan penting dalam keilmuan falak, fikih, dan tasawuf.

    Dalam perjuangannya membangun Pesantren Al-Baqiyatus Sholihat sejak tahun 1938, beliau juga dikenal sebagai pengusaha yang mandiri. Untuk membiayai pesantren, beliau menjual kitab, kecap, hingga jamu racikan sendiri. Pesantren ini bahkan sempat dijadikan tempat pelatihan Laskar Hizbullah pada 1945 menjelang proklamasi kemerdekaan.

    Kedekatan dengan Ulama Betawi dan Jawara Banten

    Mama Cibogo menjalin hubungan erat dengan ulama-ulama Betawi seperti Habib Ali Kwitang, Habib Usman, dan Guru Mansur. Ia juga dekat dengan kalangan jawara Banten seperti Abah Ghozali Guntung, muridnya yang dikenal luas di wilayah barat Jawa.

    Keistimewaan beliau diakui oleh KH Hasyim Asy’ari, yang konon menyembelih seekor sapi sebagai bentuk syukur karena memiliki murid secerdas beliau. Julukan “Ahli Falak Nusantara” melekat kuat karena Mama Cibogo menjadi rujukan dalam penentuan awal Ramadhan dan Syawal, hingga kalender pertanian di Bekasi, Bogor, Banten, dan Jakarta.

    Khidmat hingga Akhir Hayat

    Di masa tuanya, Mama Cibogo tetap aktif mengajar. Ia membuka pengajian mingguan untuk berbagai kalangan: kiai, ibu-ibu, lansia, dan masyarakat umum. Sosoknya yang rendah hati dan istiqamah menjadikan beliau figur yang dicintai. Ia wafat pada 26 Muharram 1395 H atau 7 Februari 1975 dalam usia 63 tahun, dan dishalatkan langsung oleh KH Noer Ali, ulama pejuang dari Bekasi.


    Warisan Tak Ternilai

    Haul Mama KHR. Ma’mun Nawawi bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk meneladani warisan ilmu, keikhlasan perjuangan, dan komitmen kebangsaan. Di tengah derasnya arus zaman, sosok Mama Cibogo tetap relevan sebagai panutan—bagi santri, ulama, dan masyarakat luas.

    Sebagaimana pesan para ulama:
    “Ulama adalah pelita zaman. Saat mereka wafat, maka lenyaplah cahaya ilmu kecuali jika kita terus menyalakannya.”

    admin

      Keep Reading

      MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar

      PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang

      KUA Sukatani Jemput Bola Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dan Musholla, Tingkatkan Kekhusyukan Ibadah

      Perkokoh Pilar Kaderisasi, PC IPNU Kabupaten Bekasi Utus 4 Kader Terbaik ke Latin & Latpel

      Wujud Kepedulian Sesama, UPZ Al Amin Sukses Salurkan Santunan Anak Yatim di Villa Lestari Cikarang

      Pondok Pesantren Darul Muttaqin Cibarusah Sukses Menjadi Tuan Rumah Kaderisasi, PCNU Kabupaten Bekasi Sampaikan Penghargaan dan Terima Kasih

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar

      8 Juli 2026

      PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang

      8 Juli 2026

      KUA Sukatani Jemput Bola Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dan Musholla, Tingkatkan Kekhusyukan Ibadah

      8 Juli 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI