
sahabatedu.com — Suasana Ramadan di pusat perbelanjaan modern terasa semakin bermakna ketika Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Kultum Ramadan di area panggung utama AEON Mall Deltamas, Minggu (8/3/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan tausiyah inspiratif yang mengajak masyarakat memaknai Ramadan lebih dalam, tidak sekadar pada aspek seremonial, tetapi juga spiritual.
Dalam kegiatan yang dihadiri para pengunjung mall, keluarga muda, hingga komunitas muslim tersebut Ust. Sajali Yusuf, S.Pd.I menyampaikan pesan utama bahwa “THR yang hakiki bukanlah uang atau baju baru, tetapi keberhasilan menjadi insan yang bertakwa.”
Menurutnya, masyarakat sering kali memahami Tunjangan Hari Raya (THR) dalam makna materi semata, padahal dalam perspektif keimanan, Ramadan sejatinya merupakan momentum untuk meraih hadiah terbesar dari Allah SWT, yaitu derajat muttaqin.
“Banyak orang menunggu THR berupa uang atau pakaian baru. Namun sesungguhnya THR yang paling besar adalah ketika setelah Ramadan kita keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Allah,” ungkap Ust. Sajali Yusuf, S.Pd.I di hadapan para jamaah.
Ramadan di Ruang Publik Modern
Pelaksanaan kultum di pusat perbelanjaan modern menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk di tempat yang identik dengan aktivitas ekonomi dan gaya hidup.
Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bekasi berupaya menghadirkan dakwah yang inklusif, ramah, dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga yang tengah menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa di mall.
Kehadiran kegiatan religius di tengah aktivitas publik tersebut juga menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum pembinaan spiritual yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Makna THR dalam Perspektif Spiritual
Dalam tausiyahnya Ust. Sajali Yusuf, S.Pd.I menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Ramadan bukan pada kemeriahan perayaan Idulfitri, melainkan pada perubahan diri setelah menjalani ibadah selama satu bulan penuh.
Ia menjelaskan beberapa indikator “THR hakiki” yang seharusnya diraih setiap muslim:
- Meningkatnya ketakwaan kepada Allah SWT
- Bertambahnya kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah
- Terjaganya lisan dan perilaku dari hal yang tidak bermanfaat
- Terbentuknya kebiasaan ibadah yang konsisten
Menurutnya, apabila seseorang keluar dari Ramadan dengan hati yang lebih lembut, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih rajin beribadah, maka itulah hadiah terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.
Peran Zakat dalam Membangun Kepedulian
Kegiatan Kultum Ramadan ini juga menjadi bagian dari upaya Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Melalui berbagai program Ramadan, BAZNAS mendorong masyarakat untuk menjadikan momentum bulan suci sebagai waktu terbaik dalam berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Selain memperkuat dimensi spiritual, zakat juga memiliki peran besar dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.
Dakwah yang Menyentuh Generasi Muda
Kultum yang berlangsung dengan suasana santai namun penuh makna tersebut mendapat respons positif dari para pengunjung. Banyak di antara mereka yang sengaja berhenti sejenak dari aktivitas berbelanja untuk mendengarkan tausiyah menjelang waktu berbuka.
Pendekatan dakwah yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari membuat pesan yang disampaikan mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa dakwah Islam dapat hadir dengan cara yang adaptif, menyatu dengan dinamika kehidupan masyarakat modern tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualnya.
Ramadan sebagai Momentum Transformasi
Di akhir tausiyahnya Ust. Sajali Yusuf, S.Pd.I mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan transformasi diri, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Ia mengingatkan bahwa jika seseorang hanya memperoleh rasa lapar dan haus tanpa perubahan perilaku, maka Ramadan belum memberikan hasil yang maksimal.
“Ketika Idulfitri tiba, jangan hanya bertanya berapa THR yang kita terima. Tetapi tanyakan pada diri kita: apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih bertakwa?” tuturnya.
Dengan pesan tersebut, kegiatan Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan, tetapi juga menjadi pengingat spiritual bagi masyarakat bahwa kebahagiaan sejati di Hari Raya bukan terletak pada materi, melainkan pada ketakwaan yang tumbuh dalam hati.
Sebab pada akhirnya, THR yang paling bernilai bukanlah uang atau pakaian baru, melainkan keberhasilan menjadi insan yang diridhai Allah SWT: insan yang muttaqin. ✨

