Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    BAZNAS Kabupaten Bekasi Gelar Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas: “THR Hakiki adalah Menjadi Muttaqin”

    8 Maret 2026

    PRNU Mega Regency Bersama Muslimat NU Gelar Bakti Sosial “Takjil on The Road 2026”, Perkuat Peran Penggerak NU di Tengah Masyarakat

    8 Maret 2026

    Musholla Baitussalam RW 10 GVC Perkuat Peran Sosial dan Spiritual, Sinergi DKM dan Majelis Taklim Hidupkan Semangat Ramadan

    4 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • BAZNAS Kabupaten Bekasi Gelar Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas: “THR Hakiki adalah Menjadi Muttaqin”
    • PRNU Mega Regency Bersama Muslimat NU Gelar Bakti Sosial “Takjil on The Road 2026”, Perkuat Peran Penggerak NU di Tengah Masyarakat
    • Musholla Baitussalam RW 10 GVC Perkuat Peran Sosial dan Spiritual, Sinergi DKM dan Majelis Taklim Hidupkan Semangat Ramadan
    • Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Kabupaten Bekasi Intensifkan Kaderisasi Amil Zakat Fitrah Sesuai Fikih Mazhab
    • Santunan & Buka Puasa Bersama PKU II MUI Kabupaten Bekasi: Merajut Silaturahmi, Menebar Senyuman untuk Yatama
    • DKM Masjid Zubair Bin Awwam Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Ukhuwah Warga Jayamulya
    • Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik
    • Buka Puasa Bersama Internal Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Jayamulya, Perkuat Silaturahim dan Konsolidasi Ke-NU-an
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Jumat, Maret 13
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Berita

    VIRAL DI PERSIDANGAN..! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: “Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim..!”

    adminBy admin23 Juni 2025 Berita 1 Komentar2 Mins Read
    VIRAL DI PERSIDANGAN! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: "Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim!"
    VIRAL DI PERSIDANGAN! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: "Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim!"
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    đź”´ VIRAL DI PERSIDANGAN! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: “Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim!”

    Bekasi, 23 Juni 2025 – Sidang lanjutan kasus viral yang dikenal publik sebagai “Preman Cikiwul” kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Senin siang (23/6). Terdakwa utama, Suhada, kini mulai mendapat pembelaan serius dari tim kuasa hukumnya dengan menghadirkan Endo Sugondo, mantan Ketua RW Cikiwul, sebagai saksi meringankan.

    Dalam kesaksiannya yang disampaikan lugas tanpa tekanan, Endo Sugondo menyebut bahwa Suhada dikenal sebagai pribadi baik di lingkungannya.

    “Dia sopan, rajin ibadah, bahkan sering ke masjid bersama saya,” ujar Endo di hadapan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, dan Kuasa Hukum.

    Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya sidang terlihat fokus mendalami hubungan antara saksi dan terdakwa, serta kepribadian Suhada selama berada di tengah masyarakat.

    🔹 “Hanya Karena Takjil, Saya Dianggap Preman?”

    Suhada sendiri dalam agenda pemeriksaan terdakwa mengaku khilaf dan menyesal atas peristiwa yang viral itu. Ia menjelaskan, saat itu hanya ingin menyampaikan proposal permintaan bantuan untuk kegiatan sosial berupa pembagian takjil dan buka bersama anak yatim.

    “Saya marah spontan karena permintaan bantuan tak disetujui oleh security. Padahal kami ingin kebaikan,” tutur Suhada.

    Ia menambahkan bahwa dirinya tak pernah mengunggah atau menyebarkan video yang menjadi viral itu.

    “Sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya sudah membuat video permintaan maaf terbuka melalui media online,” jelas Suhada dalam persidangan.

    🔹 Kuasa Hukum: “Viral Bukan Preman, Hukum Jangan Tunduk pada Medsos!”

    Ditemui di luar ruang sidang, kuasa hukum Suhada, yakni Mohamad Samsodin, S.HI., M.H., didampingi Hendra, S.H. dan Rakhmat Dharma Gempita, S.H., memberikan pernyataan penting kepada awak media.
    Mereka menegaskan bahwa tindakan Suhada tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan premanisme, dan penyebaran video viral justru telah membentuk opini publik yang menyesatkan.

    “Preman itu biasanya dikenali oleh masyarakat sekitar. Tapi fakta dari saksi dan warga, Suhada bukan preman. Bahkan peduli sosial,” ujar Samsodin tegas.

    Ia juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menurutnya terlalu reaktif terhadap konten viral.

    “Kami justru menilai polisi tak siap menghadapi gelombang viral. Seharusnya yang memviralkan juga bisa dijerat hukum. Jangan tatanan hukum acara pidana ditabrak demi kepentingan viralitas,” tambahnya.


    📝 Catatan Redaks :

    Kasus Suhada menjadi sorotan nasional sejak video dugaan intimidasi di kawasan Cikiwul menyebar di media sosial. Kini, setelah fakta-fakta persidangan terungkap, publik diajak berpikir ulang—apakah benar Suhada preman, atau hanya korban framing digital dan ketidakpekaan aparat terhadap niat baik?

    admin

      Keep Reading

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Gelar Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas: “THR Hakiki adalah Menjadi Muttaqin”

      PRNU Mega Regency Bersama Muslimat NU Gelar Bakti Sosial “Takjil on The Road 2026”, Perkuat Peran Penggerak NU di Tengah Masyarakat

      Musholla Baitussalam RW 10 GVC Perkuat Peran Sosial dan Spiritual, Sinergi DKM dan Majelis Taklim Hidupkan Semangat Ramadan

      Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Kabupaten Bekasi Intensifkan Kaderisasi Amil Zakat Fitrah Sesuai Fikih Mazhab

      Santunan & Buka Puasa Bersama PKU II MUI Kabupaten Bekasi: Merajut Silaturahmi, Menebar Senyuman untuk Yatama

      DKM Masjid Zubair Bin Awwam Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Ukhuwah Warga Jayamulya

      View 1 Comment

      1 Komentar

      1. News on 25 Juni 2025 3:57 PM

        Sangat menarik mengikuti perkembangan kasus ini, di mana semua pihak sedang berusaha mencari kebenaran. Suhada menunjukkan sikap yang peduli terhadap masyarakat, meskipun ada tuduhan yang menimpanya. Polisi seharusnya lebih siap dalam menghadapi isu yang menjadi viral agar tidak merugikan pihak yang tidak bersalah. Mengapa video tersebut bisa menjadi viral tanpa klarifikasi yang jelas? Given the growing economic instability due to the events in the Middle East, many businesses are looking for guaranteed fast and secure payment solutions. Recently, I came across LiberSave (LS) — they promise instant bank transfers with no chargebacks or card verification. It says integration takes 5 minutes and is already being tested in Israel and the UAE. Has anyone actually checked how this works in crisis conditions?

        Reply
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026

      LAZISNU Kecamatan Serang Baru Perkuat Kapasitas Amil melalui Upgrading dan Pembekalan Madrasah Amil

      17 Februari 2026

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

      9 Februari 2026

      Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Kabupaten Bekasi Intensifkan Kaderisasi Amil Zakat Fitrah Sesuai Fikih Mazhab

      3 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Gelar Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas: “THR Hakiki adalah Menjadi Muttaqin”

      8 Maret 2026

      PRNU Mega Regency Bersama Muslimat NU Gelar Bakti Sosial “Takjil on The Road 2026”, Perkuat Peran Penggerak NU di Tengah Masyarakat

      8 Maret 2026

      Musholla Baitussalam RW 10 GVC Perkuat Peran Sosial dan Spiritual, Sinergi DKM dan Majelis Taklim Hidupkan Semangat Ramadan

      4 Maret 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI