Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    445 Jamaah Haji Kloter 9 Kabupaten Bekasi Dilepas, Penekanan Kesiapan Fisik Hadapi Cuaca Ekstrem Arab Saudi

    29 April 2026

    Rapat Koordinasi MAKESTA II di Masjid Quba Ats-Tsaqof Jayamulya, Perkuat Sinergi IPNU dan IPPNU

    25 April 2026

    Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bekasi Hadiri Lailatul Ijtima dan Halal Bihalal MWCNU Tambun Selatan

    25 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • 445 Jamaah Haji Kloter 9 Kabupaten Bekasi Dilepas, Penekanan Kesiapan Fisik Hadapi Cuaca Ekstrem Arab Saudi
    • Rapat Koordinasi MAKESTA II di Masjid Quba Ats-Tsaqof Jayamulya, Perkuat Sinergi IPNU dan IPPNU
    • Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bekasi Hadiri Lailatul Ijtima dan Halal Bihalal MWCNU Tambun Selatan
    • Antusias Melejit..! 5 Pendaftar Serbu Hari Perdana pendaftaran BPD Jayamulya
    • SahabatEdu.com Sampaikan Ucapan Selamat dan Dukungan atas Terpilihnya Ketua KPAD Kabupaten Bekasi yang Baru
    • Pendaftaran Calon Anggota BPD Desa Jayamulya Resmi Dibuka
    • PCNU Kabupaten Bekasi Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus MWCNU dan Ranting NU se-Kecamatan Tarumajaya
    • Musyawarah Penetapan Unsur Masyarakat BPD Jayamulya Berjalan Kondusif, Panitia Tegaskan Komitmen Transparansi
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Jumat, Mei 1
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Berita

    VIRAL DI PERSIDANGAN..! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: “Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim..!”

    adminBy admin23 Juni 2025 Berita 1 Komentar2 Mins Read
    VIRAL DI PERSIDANGAN! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: "Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim!"
    VIRAL DI PERSIDANGAN! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: "Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim!"
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    πŸ”΄ VIRAL DI PERSIDANGAN! Mantan RW Cikiwul Dihadirkan, Suhada Disebut Bukan Preman: “Rajin ke Masjid, Sopan, dan Peduli Anak Yatim!”

    Bekasi, 23 Juni 2025 – Sidang lanjutan kasus viral yang dikenal publik sebagai “Preman Cikiwul” kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Senin siang (23/6). Terdakwa utama, Suhada, kini mulai mendapat pembelaan serius dari tim kuasa hukumnya dengan menghadirkan Endo Sugondo, mantan Ketua RW Cikiwul, sebagai saksi meringankan.

    Dalam kesaksiannya yang disampaikan lugas tanpa tekanan, Endo Sugondo menyebut bahwa Suhada dikenal sebagai pribadi baik di lingkungannya.

    “Dia sopan, rajin ibadah, bahkan sering ke masjid bersama saya,” ujar Endo di hadapan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, dan Kuasa Hukum.

    Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya sidang terlihat fokus mendalami hubungan antara saksi dan terdakwa, serta kepribadian Suhada selama berada di tengah masyarakat.

    πŸ”Ή “Hanya Karena Takjil, Saya Dianggap Preman?”

    Suhada sendiri dalam agenda pemeriksaan terdakwa mengaku khilaf dan menyesal atas peristiwa yang viral itu. Ia menjelaskan, saat itu hanya ingin menyampaikan proposal permintaan bantuan untuk kegiatan sosial berupa pembagian takjil dan buka bersama anak yatim.

    β€œSaya marah spontan karena permintaan bantuan tak disetujui oleh security. Padahal kami ingin kebaikan,” tutur Suhada.

    Ia menambahkan bahwa dirinya tak pernah mengunggah atau menyebarkan video yang menjadi viral itu.

    “Sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya sudah membuat video permintaan maaf terbuka melalui media online,” jelas Suhada dalam persidangan.

    πŸ”Ή Kuasa Hukum: “Viral Bukan Preman, Hukum Jangan Tunduk pada Medsos!”

    Ditemui di luar ruang sidang, kuasa hukum Suhada, yakni Mohamad Samsodin, S.HI., M.H., didampingi Hendra, S.H. dan Rakhmat Dharma Gempita, S.H., memberikan pernyataan penting kepada awak media.
    Mereka menegaskan bahwa tindakan Suhada tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan premanisme, dan penyebaran video viral justru telah membentuk opini publik yang menyesatkan.

    “Preman itu biasanya dikenali oleh masyarakat sekitar. Tapi fakta dari saksi dan warga, Suhada bukan preman. Bahkan peduli sosial,” ujar Samsodin tegas.

    Ia juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menurutnya terlalu reaktif terhadap konten viral.

    β€œKami justru menilai polisi tak siap menghadapi gelombang viral. Seharusnya yang memviralkan juga bisa dijerat hukum. Jangan tatanan hukum acara pidana ditabrak demi kepentingan viralitas,” tambahnya.


    πŸ“ Catatan Redaks :

    Kasus Suhada menjadi sorotan nasional sejak video dugaan intimidasi di kawasan Cikiwul menyebar di media sosial. Kini, setelah fakta-fakta persidangan terungkap, publik diajak berpikir ulangβ€”apakah benar Suhada preman, atau hanya korban framing digital dan ketidakpekaan aparat terhadap niat baik?

    admin

      Keep Reading

      445 Jamaah Haji Kloter 9 Kabupaten Bekasi Dilepas, Penekanan Kesiapan Fisik Hadapi Cuaca Ekstrem Arab Saudi

      Rapat Koordinasi MAKESTA II di Masjid Quba Ats-Tsaqof Jayamulya, Perkuat Sinergi IPNU dan IPPNU

      Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bekasi Hadiri Lailatul Ijtima dan Halal Bihalal MWCNU Tambun Selatan

      Antusias Melejit..! 5 Pendaftar Serbu Hari Perdana pendaftaran BPD Jayamulya

      SahabatEdu.com Sampaikan Ucapan Selamat dan Dukungan atas Terpilihnya Ketua KPAD Kabupaten Bekasi yang Baru

      Pendaftaran Calon Anggota BPD Desa Jayamulya Resmi Dibuka

      View 1 Comment

      1 Komentar

      1. News on 25 Juni 2025 3:57 PM

        Sangat menarik mengikuti perkembangan kasus ini, di mana semua pihak sedang berusaha mencari kebenaran. Suhada menunjukkan sikap yang peduli terhadap masyarakat, meskipun ada tuduhan yang menimpanya. Polisi seharusnya lebih siap dalam menghadapi isu yang menjadi viral agar tidak merugikan pihak yang tidak bersalah. Mengapa video tersebut bisa menjadi viral tanpa klarifikasi yang jelas? Given the growing economic instability due to the events in the Middle East, many businesses are looking for guaranteed fast and secure payment solutions. Recently, I came across LiberSave (LS) β€” they promise instant bank transfers with no chargebacks or card verification. It says integration takes 5 minutes and is already being tested in Israel and the UAE. Has anyone actually checked how this works in crisis conditions?

        Reply
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026

      Rapat Koordinasi MAKESTA II di Masjid Quba Ats-Tsaqof Jayamulya, Perkuat Sinergi IPNU dan IPPNU

      25 April 2026

      LAZISNU Kecamatan Serang Baru Perkuat Kapasitas Amil melalui Upgrading dan Pembekalan Madrasah Amil

      17 Februari 2026

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

      9 Februari 2026
      POSTINGAN TERBARU

      445 Jamaah Haji Kloter 9 Kabupaten Bekasi Dilepas, Penekanan Kesiapan Fisik Hadapi Cuaca Ekstrem Arab Saudi

      29 April 2026

      Rapat Koordinasi MAKESTA II di Masjid Quba Ats-Tsaqof Jayamulya, Perkuat Sinergi IPNU dan IPPNU

      25 April 2026

      Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bekasi Hadiri Lailatul Ijtima dan Halal Bihalal MWCNU Tambun Selatan

      25 April 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI