Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Legalitas Tanah Masjid di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD dan DMI Dorong Penyelesaian Fasos-Fasum

    9 Agustus 2026

    Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok

    7 Agustus 2026

    Urutan Warna Kabel LAN yang Benar Jenis Straight & Cross

    5 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Legalitas Tanah Masjid di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD dan DMI Dorong Penyelesaian Fasos-Fasum
    • Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok
    • Urutan Warna Kabel LAN yang Benar Jenis Straight & Cross
    • HARDWARE KOMPUTER LENGKAP
    • Ansor Serang Baru Buka Donasi untuk Farah Nur Faizah, Pejuang Talasemia yang Membutuhkan Transfusi Darah Rutin
    • Tugas 7zip winrar powerISO Office Kelas 12 – SMK Darma Asih
    • Hari Kedua Pendaftaran Pilkades Jayasampurna, Dua Bakal Calon Kepala Desa Serahkan Berkas Pendaftaran
    • Instal Microsoft Office LTSC 2021 Professional Plus + Visio + Project – SMK Darma Asih
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Rabu, Agustus 12
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Ketika Rizeki Membuat Jarak Sosial dan Melemahkan Ukhuwah

    adminBy admin21 April 2025 Quotes Tidak ada komentar3 Mins Read
    Ketika Rizeki Membuat Jarak Sosial dan Melemahkan Ukhuwah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Rezeki: Ujian yang Tidak Selalu Berbentuk Kesempitan

    Di tengah kehidupan masyarakat yang awalnya hidup rukun, guyub, dan saling membaur, muncul fenomena memilukan: saat sebagian mendapat anugerah berupa rezeki lebih—seperti rumah bertingkat, mobil mewah, atau penghasilan besar—justru hubungan sosial menjadi renggang. Yang dulu satu meja makan di warung, kini enggan sekadar menyapa. Yang dahulu ringan membantu, kini sibuk mengatur jarak.

    Padahal, rezeki bukan hanya amanah, tapi juga ujian.

    Allah ﷻ berfirman:

    “Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang nikmat (yang diberikan kepadamu).”
    (QS. At-Takatsur: 8)

    Setiap bentuk nikmat, termasuk harta, akan dimintai pertanggungjawaban. Maka sangat ironis jika nikmat dunia yang semestinya menguatkan tali persaudaraan malah menjadi tembok pemisah antar sesama.


    Ukhuwah: Hakikat Kebersamaan yang Diuji oleh Harta

    Islam mengajarkan pentingnya ukhuwah Islamiyah—persaudaraan yang lahir karena keimanan, bukan karena status sosial. Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, menyayangi, dan berlemah lembut adalah seperti satu tubuh. Bila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh merasakan sakitnya dengan tidak bisa tidur dan demam.”
    (HR. Muslim)

    Namun, kini kita melihat: harta justru menjadikan sebagian kita seperti berada di “kelas sosial” yang berbeda. Rumah berpagar tinggi seolah menandakan eksklusivitas. Mobil pribadi membuat kita lupa pada tetangga yang berjalan kaki. Pesta mewah menghapus kepekaan pada anak yatim yang lapar.


    Ulama Mengingatkan: Harta Adalah Amanah untuk Dimanfaatkan, Bukan Disombongkan

    Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menekankan bahwa harta bukan untuk dibangga-banggakan, tapi sebagai alat untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Ia menulis:

    “Orang yang cerdas adalah yang menjadikan hartanya sebagai kendaraan menuju akhirat, bukan sebagai perhiasan dunia yang melalaikan.”

    Begitu juga Sayyid Quthb rahimahullah mengatakan dalam Fi Zhilalil Qur’an bahwa:

    “Nikmat dunia yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, pada hakikatnya hanyalah istidraj—pemberian yang menjerumuskan.”


    Rezeki Semestinya Mendekatkan Kita pada Sesama, Bukan Menjauhkan

    Bayangkan jika harta yang kita miliki menjadi jalan untuk:

    • Membuka warung sedekah bagi tetangga yang kekurangan.
    • Memberikan tumpangan bagi yang tak punya kendaraan.
    • Merenovasi masjid dengan dana pribadi.
    • Menghidupkan malam dengan kegiatan keagamaan di rumah yang luas.

    Inilah makna sejati dari syukur nikmat: menjadikan kelebihan kita sebagai wasilah untuk mempererat hubungan sosial dan memperbanyak amal.


    Pertanyaan Muhasabah: Sudahkah Kita Gunakan Nikmat Rezeki dengan Bijak?

    1. Apakah rumah kita terbuka bagi tetangga dan saudara yang membutuhkan?
    2. Apakah kendaraan kita pernah digunakan untuk menjemput kebaikan?
    3. Apakah hati kita makin lembut atau justru makin keras setelah diberi kelebihan?
    4. Apakah rezeki kita semakin mendekatkan pada Allah atau menjauhkan dari masyarakat?

    Penutup: Mari Kembali pada Kesederhanaan Jiwa

    Rezeki bukan untuk meninggi, tapi untuk merendah—agar bisa mengangkat yang di bawah. Jangan sampai harta membuat kita asing di tengah masyarakat sendiri. Mari kita jaga ukhuwah, perkuat silaturahmi, dan gunakan nikmat Allah untuk mendekatkan diri pada-Nya dan sesama.

    Sebagaimana firman-Nya:

    “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
    (QS. Al-Ma’idah: 2)

    admin

      Keep Reading

      Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok

      Pendidikan Berbasis Cinta: Ketika Guru Menjadi Orang Tua, Murid Menjadi Amanah – oleh Yai Subhan

      Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

      𝙈𝙀𝙉𝙔𝙊𝘼𝙇 𝙆𝘼𝙈𝙋𝘼𝙉𝙔𝙀 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙈𝙋𝙄𝙉 𝙉𝙐

      Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

      PCNU Kabupaten Bekasi Ajak Warga Sambut Hari Mulia dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Legalitas Tanah Masjid di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD dan DMI Dorong Penyelesaian Fasos-Fasum

      9 Agustus 2026

      Ansor Serang Baru Buka Donasi untuk Farah Nur Faizah, Pejuang Talasemia yang Membutuhkan Transfusi Darah Rutin

      31 Juli 2026

      Hari Kedua Pendaftaran Pilkades Jayasampurna, Dua Bakal Calon Kepala Desa Serahkan Berkas Pendaftaran

      29 Juli 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI