Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Legalitas Tanah Masjid di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD dan DMI Dorong Penyelesaian Fasos-Fasum

    9 Agustus 2026

    Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok

    7 Agustus 2026

    Urutan Warna Kabel LAN yang Benar Jenis Straight & Cross

    5 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Legalitas Tanah Masjid di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD dan DMI Dorong Penyelesaian Fasos-Fasum
    • Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok
    • Urutan Warna Kabel LAN yang Benar Jenis Straight & Cross
    • HARDWARE KOMPUTER LENGKAP
    • Ansor Serang Baru Buka Donasi untuk Farah Nur Faizah, Pejuang Talasemia yang Membutuhkan Transfusi Darah Rutin
    • Tugas 7zip winrar powerISO Office Kelas 12 – SMK Darma Asih
    • Hari Kedua Pendaftaran Pilkades Jayasampurna, Dua Bakal Calon Kepala Desa Serahkan Berkas Pendaftaran
    • Instal Microsoft Office LTSC 2021 Professional Plus + Visio + Project – SMK Darma Asih
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Rabu, Agustus 12
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Goresan Gus Usamah “Bacalah”.

    sahabateduBy sahabatedu13 April 2025 Quotes Tidak ada komentar4 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Oleh : Agus Usamah Zahid

    Koleksi buku saya tidak begitu banyak, mungkin hanya sekitar dua ratusan, itupun kebanyakan adalah buku2 ringan seperti novel atau komik, mungkin Jumlahnya akan menjadi lebih banyak jika ditambah dengan beberapa kitab, tapi meskipun tidak begitu banyak, tapi saya cukup bangga punya koleksi beberapa buku, setidaknya saya merasa agak2 “well educated” gitu.

    Tapi saya harus akui bahwa saya sebenarnya adalah seorang pemalas dalam hal membaca, ya benar, saya seolah menjadi lemah dan tak berdaya ketika dihadapkan pada sebuah buku.

    Untuk menghatamkan satu judul buku yang ringan seperti novel, seringkali harus saya selesaikan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, atau bahkan tidak selesai sama sekali, apalagi buku2 yang berat, buku saya yang berjudul A History of God, karya Karen Amstrong, sampai sekarang belum pernah beranjak dari halaman 90 sekian dari hampir 500 halaman, itu artinya hanya sekitar 20% saja, padahal saya sudah membelinya sejak 4 atau lima tahun yg lalu.

    Begitupun dengan buku desain yahudi atau kehendak Tuhan, karya Max I Dimont, mungkin baru setengah yang saya baca, belum buku2 yang lainnya, berat sekali baca buku2 itu, bahkan ada beberapa buku yang masih terbungkus dalam plastik dengan rapi.

    Bagi saya, berat dan ringannya suatu bacaan bukan dilihat dari genrenya, atau tebal tipisnya suatu buku, tapi dari materi yang terkandung di dalamnya, karya2 Lesley Hazelton atau Paulo Coelho meskipun dikemas dalam bentuk novel, tapi cukup terasa berat bagi saya untuk memahaminya, atau kitab Waraqat karya al Juwaini adalah buku yang tipis, tapi membuat kepala jadi pening, cekot2 dan bikin anyang-anyangan untuk memahaminya.

    Namun saya tetap berusaha memaksa diri saya untuk terus membaca, meski terasa seperti sedang berperang melawan hawa nafsu, “jihad akbar” dari keinginan untuk melakukan hal lainnya yang lebih mengasyikkan, seperti scroll reels atau tiktok atau melihat video2 pendek. .

    Bayangkan, untuk membaca buku2 tersebut, saya harus berjuang untuk dapat melewati halaman demi halaman yang terkadang sangat membosankan, berkonsentrasi untuk mencerna kata demi kata yang terkadang sulit dimengerti, dan harus menyemangati diri sendiri untuk mengeja huruf demi huruf yang semakin lama semakin kabur, seolah hendak melarikan diri.

    Makanya, setiap kali saya telah menyelesaikan suatu buku, saya mengapresiasi diri saya sendiri minimal dengan makan-makan, atau membeli minuman yang “agak jahat” (bersoda dan manis), sekedar untuk menjadi penyemangat atas segala ikhtiar dan usaha yang telah tuntas dijalani.

    Dan saya rasa itu sesuatu yang cukup worth it, karena membaca adalah suatu hal yang dapat menambah wawasan seseorang, semakin banyak ia membaca maka mestinya semakin banyak pula pemahaman yang ia miliki.

    Teorinya…..

    Tapi memang begitu kok, meskipun mungkin tertatih tatih dan berjalan lambat, membaca buku akan menambah wawasan seseorang, jangan khawatir karena lemahnya saya ingat kita, bahwa setiap kita menuntaskan dan mengakhiri suatu bacaan, maka hilang pula ingatan kita akan bacaan tersebut, karena saya juga mengalaminya.

    Jangan dikira dengan koleksi buku2 yang saya miliki, dan telah saya baca, saya ingat semuanya dan menjadi pintar karenanya, jaauuuhh brader, karena jauh lebih banyak yang saya lupa daripada yang saya ingat.

    Saya beranggapan membaca itu ibarat merangkai sebuah puzzle pengetahuan, mungkin dari satu buku kita hanya mendapatkan suatu potongan pengetahuan dan akan dilengkapi dengan potongan pengetahuan lain dari buku berikutnya, maka memperbanyak objek bacaan adalah salah satu cara bagi saya agar rangkaian puzzle yang kita susun dalam alam bawah sadar kita terangkai dengan sempurna.

    Dan melalui buku saya mendapatkan banyak informasi tentang berbagai hal, saya dapat membayangkan keindahan sungai Huangho, Yangtze, pegunungan Kunlun, cantiknya perempuan2 suku Uighur di Negri China karena saya sejak kecil sudah membaca karya2 Asmaraman S Kho ping ho, saya jatuh cinta dengan budaya Mataraman, dan mengetahui konflik berdarah antara Demak – Jipang – Pajang dan kemudian Mataram Islam, karena sejak SD saya telah menyelesaikan hampir semua karya SH. Mintardja, saya mengetahui tokoh2 besar seperti, Michael Angelo, Rafael, Donatelo hingga Henry Ford, bahkan tokoh2 pewayangan dari Arjuna Sosrobahu hingga Arjuna putra Pandu, semua dari buku2 yang saya baca.

    Dan banyak pemahaman lain yang saya dapatkan, maupun peningkatan perspektif yang saya raih melalui buku ataupun bacaan yang saya baca, maka saya juga mengajak serta mengajarkan kepada anak2 saya serta junior saya agar mencintai buku serta menyempatkan waktu untuk membaca, sebagaimana yang malaikat Jibril ajarkan kepada Nabi kita “Iqra’ ; Bacalah….!

    sahabatedu

      Keep Reading

      Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok

      Pendidikan Berbasis Cinta: Ketika Guru Menjadi Orang Tua, Murid Menjadi Amanah – oleh Yai Subhan

      Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

      𝙈𝙀𝙉𝙔𝙊𝘼𝙇 𝙆𝘼𝙈𝙋𝘼𝙉𝙔𝙀 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙈𝙋𝙄𝙉 𝙉𝙐

      Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

      PCNU Kabupaten Bekasi Ajak Warga Sambut Hari Mulia dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Legalitas Tanah Masjid di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan, DPRD dan DMI Dorong Penyelesaian Fasos-Fasum

      9 Agustus 2026

      Ansor Serang Baru Buka Donasi untuk Farah Nur Faizah, Pejuang Talasemia yang Membutuhkan Transfusi Darah Rutin

      31 Juli 2026

      Hari Kedua Pendaftaran Pilkades Jayasampurna, Dua Bakal Calon Kepala Desa Serahkan Berkas Pendaftaran

      29 Juli 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI