Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

    17 Juli 2026

    Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026

    16 Juli 2026

    Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat

    15 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.
    • Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026
    • Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat
    • 1 Shafar 1448 H Jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026 – PBNU
    • PENGUMUMAN PENTING: Pendaftaran Data Pemilih Tambahan / Potensial Pilkades Desa Jayamulya 2026
    • Muhamad Rochadi Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi Bekali Kader IPNU IPPNU Seni Lobbying dan Diplomasi
    • MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar
    • PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Sabtu, Juli 18
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Dunia ini bukan kekurangan orang baik Tapi kebanjiran orang yang merasa lebih baik Mengaku pencerah,

    sahabateduBy sahabatedu22 Maret 2025 Quotes Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui orang-orang yang merasa lebih baik dari orang lain, mengaku paling benar, dan merendahkan sesama. Fenomena ini bukanlah hal baru, namun Islam telah memberikan pedoman tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap dalam menjaga akhlak dan berinteraksi dengan orang lain. Allah dan Rasul-Nya telah memperingatkan agar kita tidak merasa suci, tidak merendahkan orang lain, serta senantiasa rendah hati dan berbuat baik dengan niat yang tulus.

    Ayat-ayat Al-Qur’an yang Relevan

    1. Larangan Merasa Diri Paling Baik
      Surah An-Najm (53:32)
      “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.”
      Penjelasan:
      Ayat ini melarang seseorang untuk merasa dirinya suci atau lebih baik dari orang lain. Hanya Allah yang mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa. Merasa lebih baik dari orang lain adalah bentuk kesombongan yang dapat menyesatkan hati dan menjauhkan seseorang dari keikhlasan dalam beribadah.
    2. Menjaga Lisan dan Menghindari Menggunjing
      Surah Al-Hujurat (49:12)
      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain serta janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain…”
      Penjelasan:
      Allah memerintahkan untuk tidak berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan membicarakan keburukan sesama. Ini sangat relevan dengan fenomena di mana seseorang mengaku lebih baik atau lebih paham agama, namun pada saat yang sama merendahkan orang lain yang dianggap belum sampai pada pemahamannya.
    3. Kesombongan yang Menyesatkan
      Surah Al-Kahfi (18:103-104)
      “Katakanlah (Muhammad), ‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.”
      Penjelasan:
      Ayat ini menggambarkan orang yang merasa telah melakukan amal yang benar, tetapi ternyata amal mereka sia-sia. Ini bisa terjadi pada mereka yang merasa telah mencapai kebenaran mutlak, namun sebenarnya masih terjebak dalam kesombongan dan sikap meremehkan orang lain.

    Hadis-Hadis yang Relevan

    1. Larangan Merendahkan Sesama Muslim
      Rasulullah ﷺ bersabda:
      “Cukuplah seseorang dianggap buruk jika ia merendahkan saudaranya sesama Muslim.”
      (HR. Muslim, no. 2564)
      Penjelasan:
      Hadis ini menegaskan bahwa sikap merendahkan sesama Muslim adalah tanda keburukan dalam diri seseorang. Menganggap diri lebih baik dari orang lain bisa menjadi awal dari penyakit hati yang mengarah pada kesombongan.
    2. Akibat Meremehkan Orang Lain
      Dari Abu Darda’ RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
      “Barang siapa merendahkan saudaranya karena dosa yang pernah ia lakukan, maka ia tidak akan mati sampai ia sendiri melakukan dosa tersebut.”
      (HR. Tirmidzi, no. 2507)
      Penjelasan:
      Hadis ini memberikan peringatan keras agar tidak merendahkan orang lain, khususnya dalam hal dosa atau kekurangan yang dimiliki orang tersebut. Merasa lebih baik karena tidak melakukan dosa tertentu bisa berbalik kepada diri sendiri jika tidak berhati-hati.
    3. Allah Tidak Menilai dari Luar, Tapi dari Hati
      Rasulullah ﷺ bersabda:
      “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”
      (HR. Muslim, no. 2564)
      Penjelasan:
      Allah tidak menilai seseorang dari penampilan atau pengakuannya, tetapi dari niat dan amal yang dilakukan dengan ikhlas. Ini menjadi pengingat agar seseorang tidak merasa lebih baik hanya karena tampilan luar atau klaim pribadinya, melainkan harus membuktikan kebaikannya melalui amal dan keikhlasan hati.

    Kesimpulan
    Fenomena di mana seseorang merasa lebih baik dari orang lain dan merendahkan mereka yang dianggap belum “sampai” pada pemahaman atau keyakinan yang sama adalah hal yang dikecam dalam Islam. Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ dengan tegas melarang kesombongan, perasaan suci, serta sikap merendahkan orang lain. Seorang Muslim sejati seharusnya selalu rendah hati, menghindari prasangka buruk, dan mengutamakan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan sesama. Kebaikan yang hakiki bukanlah dalam pengakuan diri, melainkan dalam ketulusan hati dan perbuatan nyata.

    @Yai_Meruya

    sahabatedu

      Keep Reading

      Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

      𝙈𝙀𝙉𝙔𝙊𝘼𝙇 𝙆𝘼𝙈𝙋𝘼𝙉𝙔𝙀 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙈𝙋𝙄𝙉 𝙉𝙐

      Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

      PCNU Kabupaten Bekasi Ajak Warga Sambut Hari Mulia dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H

      Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masalalu

      Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026

      16 Juli 2026

      Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat

      15 Juli 2026

      1 Shafar 1448 H Jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026 – PBNU

      15 Juli 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI