Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

    17 Juli 2026

    Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026

    16 Juli 2026

    Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat

    15 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.
    • Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026
    • Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat
    • 1 Shafar 1448 H Jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026 – PBNU
    • PENGUMUMAN PENTING: Pendaftaran Data Pemilih Tambahan / Potensial Pilkades Desa Jayamulya 2026
    • Muhamad Rochadi Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi Bekali Kader IPNU IPPNU Seni Lobbying dan Diplomasi
    • MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar
    • PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Sabtu, Juli 18
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

    adminBy admin22 Juni 2026 Quotes Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    ๐˜ผ๐™ƒ๐™’๐˜ผ
    Oleh: Usamah Zahid

    Ahlul halli wal aqdi (AHWA) adalah konsep yang memiliki akar yang cukup kuat dalam sejarah tradisi politik Islam, meskipun secara istilah konsep tersebut kemungkinan baru muncul belakangan, dipopulerkan oleh al Mawardi (450 H) dengan konsep ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุฎุชูŠุงุฑ, namun dalam praktiknya konsep tersebut telah digunakan sejak jaman para Sahabat, tepatnya saat terpilihnya sayyidina Abu Bakar pasca wafatnya Rasulullah.

    Al Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyah (ุงู„ุฃุญูƒุงู… ุงู„ุณู„ุทุงู†ูŠุฉ) menjelaskan bahwa Ahlul Ikhtiyar yang kemudian dikembangkan menjadi Ahlul Halli wal Aqdi adalah sekelompok orang yang memiliki otoritas untuk mewakili umat dalam urusan publik, khususnya dalam pengangkatan, pengawasan, dan bila diperlukan dapat melakukan pemberhentian imam/khalifah. Dan mereka adalah orang-orang pilihan yang terdiri dari ulama, pemimpin masyarakat, ahli hukum, tokoh berpengaruh, dan orang-orang yang memenuhi syarat ilmu, keadilan, serta kebijaksanaan.

    Selain al Mawardi, ada juga beberapa ulama lain yang juga memiliki perhatian yang cukup serius terkait hal ini, al Juwaini kitab Ghiyats al-Umam menyebutnya sebagai Dzawil Ahlami wan nuha” (ุฐูˆูŠ ุงู„ุฃุญู„ุงู… ูˆุงู„ู†ู‡ู‰)ุŒ sedangkan Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya menyebut dengan ahl al-syaukah.

    Tentu saja syarat bahwa mereka adalah โ€œorang pilihan yang otoritatifโ€ mesti disesuaikan dengan konteks yang menjadi latar belakang diperlukannya AHWA, dalam konteks politik representatif yang menuntut adanya keterwakilan dari berbagai wilayah, maka figur-figur yang duduk di dalam AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) harus mencerminkan komposisi geografis yang proporsional, di mana otoritas mereka tidak sekadar diukur dari karisma tradisional atau kedalaman keilmuan semata, melainkan juga dari legitimasi sosiologis serta kemampuan mereka dalam mengartikulasikan kepentingan spesifik dari wilayah yang diwakilinya.

    Sekarang ini tidak banyak institusi atau Negara yang menjalankan konsep ini, hanya ada beberapa negara maupun organisasi yang secara substantif menerapkan sistem ini di dalam aturan kepemimpinannya, namun setahu saya, satu-satunya organisasi modern yang secara eksplisit mengadopsi dan menggunakan istilah “Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA)” dalam struktur atau mekanisme organisasinya, hanyalah Nahdlatul Ulama.

    Tentu saja ini merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk ditelisik lebih jauh, karena dalam sistem AHWA yang dianut oleh NU, konsep yang digunakan bukan berdasarkan atas keterwakilan wilayah seperti konsep politik representatif, dimana seseorang memperoleh kewenangan karena mewakili sejumlah pemilih, wilayah, atau kelompok tertentu, sebaliknya dalam mekanisme AHWA, legitimasi tidak didasarkan pada keterwakilan demografis atau teritorial, melainkan pada otoritas keilmuan dan moral yang melekat pada para ulama yang ditunjuk sebagai anggota AHWA, para ulama yang diajukan juga dianggap memenuhi syarat keilmuan, integritas, dan kewibawaan dalam bermusyawarah untuk menentukan siapa yang paling layak menjadi pemimpin tertinggi Syuriyah.

    Secara teoritis, AHWA yang diadopsi oleh NU dapat dipahami sebagai bentuk “๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ค ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ณ๐˜ข๐˜ค๐˜บ” (demokrasi berbasis otoritas pengetahuan), dimana seorang anggota AHWA memperoleh kewenangannya bukan karena ia mewakili wilayah tertentu dan dipilih oleh banyak orang, melainkan karena komunitas atau jamaโ€™ah mengakui kedalaman ilmunya, integritas akhlaknya, dan kewibawaannya dalam tradisi keulamaan.

    Dengan demikian, menyerahkan proses pemilihan Rais Syuriyah kepada AHWA, maka NU berusaha memastikan bahwa figur yang terpilih benar-benar telah dinilai oleh sesama ulama yang memiliki otoritas untuk menilai kapasitas keilmuan dan kepantasan moral untuk menjadi figur seorang pemimpin.

    ๐˜ž๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข’๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ

    admin

      Keep Reading

      Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

      ๐™ˆ๐™€๐™‰๐™”๐™Š๐˜ผ๐™‡ ๐™†๐˜ผ๐™ˆ๐™‹๐˜ผ๐™‰๐™”๐™€ ๐™๐™‰๐™๐™๐™† ๐™‹๐™€๐™ˆ๐™„๐™ˆ๐™‹๐™„๐™‰ ๐™‰๐™

      PCNU Kabupaten Bekasi Ajak Warga Sambut Hari Mulia dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H

      Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masalalu

      Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri

      PT Sahabat Edu Digital Sampaikan Ucapan Resmi Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jamโ€™iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026

      16 Juli 2026

      Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat

      15 Juli 2026

      1 Shafar 1448 H Jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026 – PBNU

      15 Juli 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI