Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    PCNU Kabupaten Bekasi Sinkronisasikan Lembaga Pendidikan dengan Dunia Industri, PT JST MM2100 Jadi Pilot Project

    14 Oktober 2026

    Pembelajaran Google Flow AI

    14 Oktober 2026

    Diklat Paralegal GP Ansor Bekasi Raya Perkuat Kapasitas Kader dan Akses Keadilan di Bekasi

    4 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PCNU Kabupaten Bekasi Sinkronisasikan Lembaga Pendidikan dengan Dunia Industri, PT JST MM2100 Jadi Pilot Project
    • Pembelajaran Google Flow AI
    • Diklat Paralegal GP Ansor Bekasi Raya Perkuat Kapasitas Kader dan Akses Keadilan di Bekasi
    • BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Keranda dan Pemandian Jenazah untuk Masjid dan Mushola di Serang Baru
    • Rapat Minggon Desa Jayamulya Dirangkai Serah Terima Jabatan, Asep Gunawan Akhiri Masa Kepemimpinan 2018โ€“2026
    • BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Program Bekasi Mandiri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
    • Semarak Maulid Nabi di Jayamulya, Warga Permata Nusa Indah Perkuat Silaturahmi dan Cinta Rasul
    • KBNU Cibarusah Menyongsong HSN 2026 dengan Istighosah Lailatul Ijtimaโ€™ dan Majelis Dzikir Sholawat Rijaalul Ansor
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Rabu, Oktober 14
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Beranda ยป Blog ยป Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

    Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

    adminBy admin22 Juni 2026 Quotes Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    ๐˜ผ๐™ƒ๐™’๐˜ผ
    Oleh: Usamah Zahid

    Ahlul halli wal aqdi (AHWA) adalah konsep yang memiliki akar yang cukup kuat dalam sejarah tradisi politik Islam, meskipun secara istilah konsep tersebut kemungkinan baru muncul belakangan, dipopulerkan oleh al Mawardi (450 H) dengan konsep ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุฎุชูŠุงุฑ, namun dalam praktiknya konsep tersebut telah digunakan sejak jaman para Sahabat, tepatnya saat terpilihnya sayyidina Abu Bakar pasca wafatnya Rasulullah.

    Al Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyah (ุงู„ุฃุญูƒุงู… ุงู„ุณู„ุทุงู†ูŠุฉ) menjelaskan bahwa Ahlul Ikhtiyar yang kemudian dikembangkan menjadi Ahlul Halli wal Aqdi adalah sekelompok orang yang memiliki otoritas untuk mewakili umat dalam urusan publik, khususnya dalam pengangkatan, pengawasan, dan bila diperlukan dapat melakukan pemberhentian imam/khalifah. Dan mereka adalah orang-orang pilihan yang terdiri dari ulama, pemimpin masyarakat, ahli hukum, tokoh berpengaruh, dan orang-orang yang memenuhi syarat ilmu, keadilan, serta kebijaksanaan.

    Selain al Mawardi, ada juga beberapa ulama lain yang juga memiliki perhatian yang cukup serius terkait hal ini, al Juwaini kitab Ghiyats al-Umam menyebutnya sebagai Dzawil Ahlami wan nuha” (ุฐูˆูŠ ุงู„ุฃุญู„ุงู… ูˆุงู„ู†ู‡ู‰)ุŒ sedangkan Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya menyebut dengan ahl al-syaukah.

    Tentu saja syarat bahwa mereka adalah โ€œorang pilihan yang otoritatifโ€ mesti disesuaikan dengan konteks yang menjadi latar belakang diperlukannya AHWA, dalam konteks politik representatif yang menuntut adanya keterwakilan dari berbagai wilayah, maka figur-figur yang duduk di dalam AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) harus mencerminkan komposisi geografis yang proporsional, di mana otoritas mereka tidak sekadar diukur dari karisma tradisional atau kedalaman keilmuan semata, melainkan juga dari legitimasi sosiologis serta kemampuan mereka dalam mengartikulasikan kepentingan spesifik dari wilayah yang diwakilinya.

    Sekarang ini tidak banyak institusi atau Negara yang menjalankan konsep ini, hanya ada beberapa negara maupun organisasi yang secara substantif menerapkan sistem ini di dalam aturan kepemimpinannya, namun setahu saya, satu-satunya organisasi modern yang secara eksplisit mengadopsi dan menggunakan istilah “Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA)” dalam struktur atau mekanisme organisasinya, hanyalah Nahdlatul Ulama.

    Tentu saja ini merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk ditelisik lebih jauh, karena dalam sistem AHWA yang dianut oleh NU, konsep yang digunakan bukan berdasarkan atas keterwakilan wilayah seperti konsep politik representatif, dimana seseorang memperoleh kewenangan karena mewakili sejumlah pemilih, wilayah, atau kelompok tertentu, sebaliknya dalam mekanisme AHWA, legitimasi tidak didasarkan pada keterwakilan demografis atau teritorial, melainkan pada otoritas keilmuan dan moral yang melekat pada para ulama yang ditunjuk sebagai anggota AHWA, para ulama yang diajukan juga dianggap memenuhi syarat keilmuan, integritas, dan kewibawaan dalam bermusyawarah untuk menentukan siapa yang paling layak menjadi pemimpin tertinggi Syuriyah.

    Secara teoritis, AHWA yang diadopsi oleh NU dapat dipahami sebagai bentuk “๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ค ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ณ๐˜ข๐˜ค๐˜บ” (demokrasi berbasis otoritas pengetahuan), dimana seorang anggota AHWA memperoleh kewenangannya bukan karena ia mewakili wilayah tertentu dan dipilih oleh banyak orang, melainkan karena komunitas atau jamaโ€™ah mengakui kedalaman ilmunya, integritas akhlaknya, dan kewibawaannya dalam tradisi keulamaan.

    Dengan demikian, menyerahkan proses pemilihan Rais Syuriyah kepada AHWA, maka NU berusaha memastikan bahwa figur yang terpilih benar-benar telah dinilai oleh sesama ulama yang memiliki otoritas untuk menilai kapasitas keilmuan dan kepantasan moral untuk menjadi figur seorang pemimpin.

    ๐˜ž๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข’๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ

    admin

      Keep Reading

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Keranda dan Pemandian Jenazah untuk Masjid dan Mushola di Serang Baru

      Semarak Maulid Nabi di Jayamulya, Warga Permata Nusa Indah Perkuat Silaturahmi dan Cinta Rasul

      Murid Mama Makmun Nawawi, KH Ahmad Rapei Berpulang Tinggalkan Jejak Pendidikan Islam

      Safari Maulid Nabi Muhammad SAW PARNU Puri Persada Indah Resmi Dimulai

      Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok

      Pendidikan Berbasis Cinta: Ketika Guru Menjadi Orang Tua, Murid Menjadi Amanah – oleh Yai Subhan

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jamโ€™iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      PCNU Kabupaten Bekasi Sinkronisasikan Lembaga Pendidikan dengan Dunia Industri, PT JST MM2100 Jadi Pilot Project

      14 Oktober 2026

      Diklat Paralegal GP Ansor Bekasi Raya Perkuat Kapasitas Kader dan Akses Keadilan di Bekasi

      4 Oktober 2026

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Keranda dan Pemandian Jenazah untuk Masjid dan Mushola di Serang Baru

      4 Oktober 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI