



BEKASI — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi menggelar Lailatul Ijtima’ sebagai ikhtiar spiritual dalam menyambut dan mendoakan kesuksesan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Annadwah, Kabupaten Bekasi, pada Jumat, 15 Agustus 2026.
Kegiatan dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bekasi, para kiai, pengasuh pesantren, banom NU, kader, santri serta warga Nahdliyin. Lailatul Ijtima’ menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, memperdalam kecintaan kepada Nahdlatul Ulama, sekaligus memanjatkan doa agar Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, maslahat dan membawa kemajuan bagi organisasi serta umat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istighotsah, Maulid Nabi Muhammad SAW, Khutbah Iftitah, sambutan Sahibul Ma’had dan Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, serta tausiyah ke-NU-an sebelum ditutup dengan doa.
Dalam tausiyahnya, Drs. KH. Masyhuri Malik, Ketua PBNU sekaligus MUSTASYAR PCNU Kabupaten Bekasi menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader dan warga Nahdliyin agar tidak kehilangan akar sejarah dalam menjalankan perjuangan NU.
Salah satu pesan yang disampaikan dengan tegas adalah:
“JANGAN PERNAH MENINGGALKAN MUASIS.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan NU hari ini tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para muassis, yakni para pendiri dan ulama yang telah meletakkan dasar perjuangan Nahdlatul Ulama. Menurut spirit yang disampaikan, kemajuan organisasi harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap sanad keilmuan, tradisi, nilai-nilai dan cita-cita yang diwariskan para pendahulu.
Menjaga hubungan dengan muassis bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga memastikan agar gerak organisasi tetap berada dalam koridor khidmah kepada ulama, umat dan bangsa.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang. Kader NU dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, namun tetap memiliki pijakan yang kuat pada tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan para ulama.
Merawat Tradisi, Menyambut Muktamar
Lailatul Ijtima’ PCNU Kabupaten Bekasi juga menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Melalui istighotsah dan doa bersama, PCNU Kabupaten Bekasi memohon rida Allah SWT agar seluruh rangkaian Muktamar berjalan dengan aman, lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan Nahdlatul Ulama.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, Lailatul Ijtima’ menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa perjuangan NU merupakan mata rantai panjang yang menghubungkan generasi hari ini dengan para ulama dan muassis terdahulu.
Merawat jagad, membangun peradaban bukan hanya menjadi semboyan, tetapi juga semangat untuk terus menjaga tradisi, memperkuat kaderisasi dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
PCNU Kabupaten Bekasi berharap momentum Lailatul Ijtima’ dapat memperkuat soliditas seluruh jajaran dan warga Nahdliyin dalam menyongsong Muktamar ke-35 NU, dengan tetap menjunjung tinggi adab, persatuan dan prinsip khidmah kepada NU serta umat.
Jangan pernah meninggalkan muassis. Rawat sanadnya, lanjutkan perjuangannya, dan hadirkan kemaslahatannya di tengah zaman.
PCNU Kabupaten Bekasi — Merawat Jagad, Membangun Peradaban.

