Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Konferensi III MWCNU Tambun Selatan – PCNU KABUPATEN BEKASI TEGASKAN PENTINGNYA QONUN ASASI NU

    27 Juni 2026

    Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

    22 Juni 2026

    Dihadiri Rois Syuriah PCNU Bekasi, Rijalul Ansor Serang Baru Perkuat Tradisi Dzikir dan Khidmat Nahdliyin

    20 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Konferensi III MWCNU Tambun Selatan – PCNU KABUPATEN BEKASI TEGASKAN PENTINGNYA QONUN ASASI NU
    • Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid
    • Dihadiri Rois Syuriah PCNU Bekasi, Rijalul Ansor Serang Baru Perkuat Tradisi Dzikir dan Khidmat Nahdliyin
    • Panitia Pilkades Jayamulya 2026 Resmi Dibentuk, Siap Wujudkan Pemilihan Kepala Desa yang Demokratis dan Transparan
    • Bimbel AK Ucapkan Selamat dan Sukses kepada Siswa yang Lolos SMA/SMK Negeri dan Swasta Tahun Ajaran 2026/2027
    • Rapat Koordinasi Kelengkapan Perizinan Masjid dan Pemanfaatan Lahan Fasos-Fasum Digelar di Disperkimtan Kabupaten Bekasi
    • Idul Adha 1447 H menjadi semangat baru bagi kebangkitan khidmah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bekasi
    • PCNU Kabupaten Bekasi Ajak Warga Sambut Hari Mulia dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Minggu, Juni 28
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Berita

    Mama Cibogo Ulama Pejuang Hizbullah Fi Sabilillah Pra Kemerdekaan Yang Tersembunyi

    adminBy admin26 Juli 2025 Berita Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Cibarusah, Bekasi – Malam Jum’at akhir di bulan Muharram 1447 H kembali menjadi momentum penuh khidmat bagi keluarga besar Pesantren Al-Baqiyatus Sholihat, Kampung Cibogo, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Haul Almaghfurlah Mama KHR. Ma’mun Nawawi—ulama besar ahli falak dan pendiri pesantren tersebut—kali ini digelar lebih istimewa. Tidak hanya satu malam seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian haul digelar selama tiga malam berturut-turut.

    Dua malam pertama, yakni malam Jum’at dan malam Sabtu diisi dengan Khotmul Qur’an oleh para santri dan alumni, sebagai bentuk tawassul dan rasa cinta pada sang muassis. Puncak haul dilangsungkan pada malam Ahad, yang diisi dengan Tabligh Akbar menghadirkan para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

    Haul ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan do’a bersama, tetapi juga menjadi refleksi atas keteladanan sosok ulama yang berjasa besar dalam pengembangan keilmuan Islam, khususnya ilmu falak, di Tatar Pasundan.

    Siapa Sosok Mama KHR. Ma’mun Nawawi..?

    KH Raden Ma’mun Nawawi atau lebih dikenal sebagai Mama Cibogo, adalah ulama kharismatik yang lahir pada Kamis, 1330 H (1912 M) dari pasangan KH Raden Anwar dan Nyai Hj Romlah. Beliau adalah keturunan ke-24 dari Rasulullah SAW melalui jalur Sunan Gunung Djati, tokoh sentral Islamisasi di Tanah Sunda.

    Sejak kecil, Mama Cibogo sudah menunjukkan ketekunan luar biasa dalam belajar. Ia berguru langsung kepada ayahnya, lalu melanjutkan ke pesantren-pesantren ternama seperti Pesantren Plered Purwakarta (Mama Sempur), Mekkah (Sayyid Alwi Al-Maliki, Syekh Mukhtar al-Bughuri), serta ulama-ulama besar Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari (Tebuireng), KH Mahfudz Termas, dan Guru Mansur (Jembatan Lima, Jakarta), yang menjadikannya sebagai salah satu murid tercerdas.

    Kiprah dan Warisan Intelektual

    Mama Cibogo tidak hanya dikenal sebagai ahli falak, tetapi juga penulis produktif. Beliau telah menulis lebih dari 60 karya, banyak di antaranya menggunakan aksara Arab berbahasa Sunda. Di antara karya terkenalnya adalah Hikayat al-Mutaqaddimin, Risalah Zakat, Kasyf al-Humum wal Ghumum, Syair Qiyamat, dan Risalah Syurb ad-Dukhan. Karya-karyanya menjadi rujukan penting dalam keilmuan falak, fikih, dan tasawuf.

    Dalam perjuangannya membangun Pesantren Al-Baqiyatus Sholihat sejak tahun 1938, beliau juga dikenal sebagai pengusaha yang mandiri. Untuk membiayai pesantren, beliau menjual kitab, kecap, hingga jamu racikan sendiri. Pesantren ini bahkan sempat dijadikan tempat pelatihan Laskar Hizbullah pada 1945 menjelang proklamasi kemerdekaan.

    Kedekatan dengan Ulama Betawi dan Jawara Banten

    Mama Cibogo menjalin hubungan erat dengan ulama-ulama Betawi seperti Habib Ali Kwitang, Habib Usman, dan Guru Mansur. Ia juga dekat dengan kalangan jawara Banten seperti Abah Ghozali Guntung, muridnya yang dikenal luas di wilayah barat Jawa.

    Keistimewaan beliau diakui oleh KH Hasyim Asy’ari, yang konon menyembelih seekor sapi sebagai bentuk syukur karena memiliki murid secerdas beliau. Julukan “Ahli Falak Nusantara” melekat kuat karena Mama Cibogo menjadi rujukan dalam penentuan awal Ramadhan dan Syawal, hingga kalender pertanian di Bekasi, Bogor, Banten, dan Jakarta.

    Khidmat hingga Akhir Hayat

    Di masa tuanya, Mama Cibogo tetap aktif mengajar. Ia membuka pengajian mingguan untuk berbagai kalangan: kiai, ibu-ibu, lansia, dan masyarakat umum. Sosoknya yang rendah hati dan istiqamah menjadikan beliau figur yang dicintai. Ia wafat pada 26 Muharram 1395 H atau 7 Februari 1975 dalam usia 63 tahun, dan dishalatkan langsung oleh KH Noer Ali, ulama pejuang dari Bekasi.


    Warisan Tak Ternilai

    Haul Mama KHR. Ma’mun Nawawi bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk meneladani warisan ilmu, keikhlasan perjuangan, dan komitmen kebangsaan. Di tengah derasnya arus zaman, sosok Mama Cibogo tetap relevan sebagai panutan—bagi santri, ulama, dan masyarakat luas.

    Sebagaimana pesan para ulama:
    “Ulama adalah pelita zaman. Saat mereka wafat, maka lenyaplah cahaya ilmu kecuali jika kita terus menyalakannya.”

    admin

      Keep Reading

      Dihadiri Rois Syuriah PCNU Bekasi, Rijalul Ansor Serang Baru Perkuat Tradisi Dzikir dan Khidmat Nahdliyin

      Panitia Pilkades Jayamulya 2026 Resmi Dibentuk, Siap Wujudkan Pemilihan Kepala Desa yang Demokratis dan Transparan

      Bimbel AK Ucapkan Selamat dan Sukses kepada Siswa yang Lolos SMA/SMK Negeri dan Swasta Tahun Ajaran 2026/2027

      Rapat Koordinasi Kelengkapan Perizinan Masjid dan Pemanfaatan Lahan Fasos-Fasum Digelar di Disperkimtan Kabupaten Bekasi

      Idul Adha 1447 H menjadi semangat baru bagi kebangkitan khidmah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bekasi

      Dalam Semangat Guyub Rukun, Desa Jayamulya Sambut Anggota BPD dan PAW BPD Terpilih

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Dihadiri Rois Syuriah PCNU Bekasi, Rijalul Ansor Serang Baru Perkuat Tradisi Dzikir dan Khidmat Nahdliyin

      20 Juni 2026

      Panitia Pilkades Jayamulya 2026 Resmi Dibentuk, Siap Wujudkan Pemilihan Kepala Desa yang Demokratis dan Transparan

      19 Juni 2026

      Bimbel AK Ucapkan Selamat dan Sukses kepada Siswa yang Lolos SMA/SMK Negeri dan Swasta Tahun Ajaran 2026/2027

      14 Juni 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI