Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    KBNU Cibarusah Menyongsong HSN 2026 dengan Istighosah Lailatul Ijtima’ dan Majelis Dzikir Sholawat Rijaalul Ansor

    26 September 2026

    Murid Mama Makmun Nawawi, KH Ahmad Rapei Berpulang Tinggalkan Jejak Pendidikan Islam

    22 September 2026

    Asep Gunawan Kembali Memimpin Jayamulya, Amanah Baru untuk Periode 2026–2034

    21 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • KBNU Cibarusah Menyongsong HSN 2026 dengan Istighosah Lailatul Ijtima’ dan Majelis Dzikir Sholawat Rijaalul Ansor
    • Murid Mama Makmun Nawawi, KH Ahmad Rapei Berpulang Tinggalkan Jejak Pendidikan Islam
    • Asep Gunawan Kembali Memimpin Jayamulya, Amanah Baru untuk Periode 2026–2034
    • dr. Mulyana Syarip Panija Pantau Langsung Pemeriksaan Kesehatan Petugas Pilkades Jayamulya
    • Musran PRNU Mekarsari Digelar, Penetapan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Jadi Agenda Utama
    • Juhamad, S.Pd Resmi Jalankan Tugas sebagai PLT Kades Jayamulya, Siap Layani Masyarakat
    • September 2026, MWCNU Cibarusah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke 4 Titik, Kyai Dillah dan Kyai Jalal Turun Langsung
    • Safari Maulid Nabi Muhammad SAW PARNU Puri Persada Indah Resmi Dimulai
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Minggu, September 27
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Beranda » Blog » Banyak yang merasa paling depan saat bicara tentang TUHAN tapi menjadi TERBELAKANG saat orang didekatnya KESUSAHAN

    Banyak yang merasa paling depan saat bicara tentang TUHAN tapi menjadi TERBELAKANG saat orang didekatnya KESUSAHAN

    sahabateduBy sahabatedu15 Maret 2025Updated:15 Maret 2025 Quotes Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sebuah Kalimat dari Seorang Kyai yang tinggal di daerah Meruya Jakarta Barat

    Kalimat ini menggambarkan ironi dalam kehidupan, di mana banyak orang mengaku paling memahami atau dekat dengan Tuhan, tetapi justru abai terhadap penderitaan sesama :

    “Mengaku dekat dengan Tuhan bukan hanya soal kata-kata, tetapi tentang kepedulian yang nyata. Sebab, sejatinya keimanan tercermin bukan dari seberapa lantang kita berbicara tentang-Nya, melainkan dari seberapa tulus kita hadir bagi mereka yang membutuhkan. Mari tidak hanya menjadi suara di depan, tetapi juga tangan yang menolong di sekitar.”

    Kata-kata ini bukan sekadar rangkaian huruf yang keluar dari lisannya, melainkan cerminan dari realitas yang sering terjadi. Ia mengamati bagaimana banyak orang lantang berbicara tentang keimanan, berdebat soal ketuhanan, bahkan merasa paling benar dalam menafsirkan ajaran-Nya. Namun, ketika tetangga mereka kelaparan, sahabat mereka dirundung masalah, atau keluarga mereka sendiri tengah kesulitan, tangan mereka justru enggan terulur, langkah mereka tertahan, dan hati mereka seakan tak lagi peka.

    Bagi sang Kyai, keimanan sejati bukan hanya diucapkan dalam forum-forum keagamaan atau ditunjukkan dalam perdebatan yang panjang. Ia terwujud dalam tindakan nyata—dalam empati, dalam kepedulian, dalam kehadiran bagi mereka yang membutuhkan. Sebab, Tuhan tidak hanya ada dalam buku dan ceramah, tetapi juga dalam tatapan penuh harap orang-orang yang mengulurkan tangan menanti pertolongan.

    Pesan ini mengalir seperti sungai, menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Sebab, dalam kehidupan yang terus berjalan, tak cukup hanya memahami Tuhan dalam teori, tetapi juga harus menghidupkan-Nya dalam setiap aksi dan kepedulian kepada sesama.

    sahabatedu

      Keep Reading

      Murid Mama Makmun Nawawi, KH Ahmad Rapei Berpulang Tinggalkan Jejak Pendidikan Islam

      Safari Maulid Nabi Muhammad SAW PARNU Puri Persada Indah Resmi Dimulai

      Hidup Menjadi Indah Karena Misteri Hari Esok

      Pendidikan Berbasis Cinta: Ketika Guru Menjadi Orang Tua, Murid Menjadi Amanah – oleh Yai Subhan

      Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

      𝙈𝙀𝙉𝙔𝙊𝘼𝙇 𝙆𝘼𝙈𝙋𝘼𝙉𝙔𝙀 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙈𝙋𝙄𝙉 𝙉𝙐

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      KBNU Cibarusah Menyongsong HSN 2026 dengan Istighosah Lailatul Ijtima’ dan Majelis Dzikir Sholawat Rijaalul Ansor

      26 September 2026

      Murid Mama Makmun Nawawi, KH Ahmad Rapei Berpulang Tinggalkan Jejak Pendidikan Islam

      22 September 2026

      Asep Gunawan Kembali Memimpin Jayamulya, Amanah Baru untuk Periode 2026–2034

      21 September 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI