BEKASI – 11 Juli 2026Upaya mencetak kader yang berkarakter, responsif, dan siap menghadapi tantangan zaman terus digencarkan oleh Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Bekasi. Salah satunya dibuktikan melalui gelaran Latihan Kader Muda (LAKMUD) yang berlangsung khidmat di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Forum kaderisasi formal tingkat menengah ini menjadi kian strategis dengan hadirnya tokoh muda sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi, Muhamad Rochadi. Pria yang akrab disapa Bro Rochadi tersebut turun langsung memberikan pembekalan taktis mengenai “Networking dan Lobbying” dan “Public Speaking”.
Sebagai figur pemimpin yang sarat pengalaman dalam menakhodai organisasi dan peta politik daerah, Bro Rochadi membedah secara mendalam pentingnya seni berkomunikasi, diplomasi, dan membangun jaringan bagi generasi muda Nahdliyin. Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa kemampuan melobi dan memperluas kolaborasi bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan kompetensi wajib untuk menggerakkan roda organisasi dan memberikan dampak nyata di masyarakat.
“Alhamdulillah, tadi malam saya berkesempatan hadir dan berbagi langsung dengan rekan-rekan dalam LAKMUD PC IPPNU di Serang Baru ini. Materi Networking dan Lobbying ini sangat krusial agar para kader memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat dan mampu membuka ruang-ruang kolaborasi strategis ke depan,” ujar Bro Rochadi saat dikonfirmasi pasca-acara.
Kehadiran dan kedekatan emosional Bro Rochadi bersama Rizki Top di tengah-tengah kader IPPNU menyuntikkan motivasi besar. Materi yang disampaikan mengalir interaktif, memicu antusiasme tinggi dari para peserta yang haus akan pengalaman lapangan dari para seniornya.
Melalui transfer pengetahuan dan pengalaman langsung dari Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi ini, materi LAKMUD diharapkan menjadi samudera ilmu baru yang diserap secara optimal. Pembekalan intensif ini diproyeksikan mampu menempa kader muda IPPNU Kabupaten Bekasi untuk bertransformasi menjadi figur ‘Jawara’—pemuda yang tangguh, berkarakter kuat, serta senantiasa adaptif dan responsif dalam mengawal setiap dinamika perubahan zaman. (Red)

