Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

    17 Juli 2026

    Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026

    16 Juli 2026

    Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat

    15 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.
    • Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026
    • Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat
    • 1 Shafar 1448 H Jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026 – PBNU
    • PENGUMUMAN PENTING: Pendaftaran Data Pemilih Tambahan / Potensial Pilkades Desa Jayamulya 2026
    • Muhamad Rochadi Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi Bekali Kader IPNU IPPNU Seni Lobbying dan Diplomasi
    • MUI Pusat Resmi Buka Pendaftaran Akademi Dakwah Digital: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Digitalisasi Syiar
    • PCNU Kabupaten Bekasi Sambut Hangat Penetapan Lokasi Muktamar NU ke-35 di Jombang
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Sabtu, Juli 18
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Fanatisme Buta – Usamah Zahid

    sahabateduBy sahabatedu6 April 2025Updated:13 April 2025 Quotes Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sering kali, kita terjebak dalam fanatisme terhadap individu atau kelompok yang kita anggap paling benar. Kecintaan yang berlebihan ini secara tidak sadar mengaburkan objektivitas kita, bahkan menumpulkan daya kritis dalam menilai sesuatu secara jernih dan adil.

    Ketika suatu kelompok melakukan kesalahan, pihak yang berseberangan akan membesar-besarkannya. Kesalahan tersebut tak jarang didramatisasi melalui narasi-narasi hiperbolik demi menggiring opini publik agar berpihak kepada kelompoknya. Sebaliknya, ketika kesalahan datang dari kelompok sendiri, sering kali justru didiamkan. Bahkan, berbagai narasi pembelaan lengkap dengan argumentasi pun dikonstruksi untuk menutupi atau membenarkan kekeliruan tersebut.

    Semua ini dilakukan demi menarik simpati publik sebanyak-banyaknya, khususnya dari kelompok massa mengambang yang belum memiliki keberpihakan yang jelas.

    Ambil contoh dalam kasus Fuad Plered. Ketika ia mengeluarkan pernyataan yang sangat tidak pantas, pihak-pihak yang satu barisan dengannya cenderung diam. Tidak ada suara tegas untuk menegur, apalagi mengkritik secara terbuka. Namun, di sisi lain, pihak yang mendukung klan Ba’alwi justru menjadikan pernyataan Fuad sebagai senjata untuk menyerang balik lawan-lawan mereka. Ucapan tersebut digeneralisasi seolah-olah mencerminkan akhlak semua pihak yang menentang mereka.

    Padahal, jika kita ingin jujur, tokoh-tokoh dari kubu lain seperti Rizieq Shihab dan Bahar Smith pun memiliki jejak rekam pernyataan yang jauh lebih kasar, vulgar, dan brutal—bukan hanya sekali, melainkan berulang kali di berbagai kesempatan. Tapi karena mereka berasal dari kelompok “sendiri”, kesalahan itu dianggap wajar, bahkan kerap dibela.

    Lalu, apa sebenarnya perbedaannya?

    Pada akhirnya, fanatisme yang membutakan dan kebencian yang membara terhadap pihak lawan tidak membawa kita pada tegaknya keadilan, justru sebaliknya—ia menjadi penghalang utama bagi terciptanya masyarakat yang adil dan beradab.

    Nabi Muhammad ﷺ pun telah mengingatkan dalam sebuah hadits: janganlah mencintai atau membenci secara berlebihan. Bisa jadi, orang atau kelompok yang hari ini kita cintai, suatu saat berubah menjadi yang paling kita benci. Begitu pun sebaliknya.

    Maka, menjadi objektif dan adil dalam menilai segala hal adalah sikap yang harus terus kita perjuangkan, dalam rangka menegakkan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh manusia. Mungkin kita tak sempat menyaksikan hasilnya dalam hidup ini, mungkin pula perjuangan itu tampak seperti utopia. Bahkan tak menutup kemungkinan, kita sendiri tanpa sadar terjebak dalam fanatisme yang kita kritik.

    Namun, selama masih ada kesadaran akan pentingnya masa depan yang lebih baik bagi anak dan cucu kita, perjuangan ini tetap layak untuk dilanjutkan—dengan keikhlasan, ketekunan, dan nalar yang jernih.

    Naskah ini disunting oleh Ibnu Rifai,S.Kom adapun naskah asli bisa dibaca di https://nubekasi.or.id/fanatisme-buta/

    sahabatedu

      Keep Reading

      Rasa syukur adalah kunci untuk merasakan cukup dalam setiap keadaan.

      𝙈𝙀𝙉𝙔𝙊𝘼𝙇 𝙆𝘼𝙈𝙋𝘼𝙉𝙔𝙀 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙋𝙀𝙈𝙄𝙈𝙋𝙄𝙉 𝙉𝙐

      Ahlul halli wal aqdi (AHWA) Oleh Usamah Zahid

      PCNU Kabupaten Bekasi Ajak Warga Sambut Hari Mulia dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 H

      Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masalalu

      Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Penetapan dan Pembekalan 21 PPDP Desa Jayamulya Resmi Digelar, Siap Sukseskan Pilkades 2026

      16 Juli 2026

      Kyai Holidi Pimpin Verifikasi Arah Kiblat di KUA Serang Baru Melalui Momentum Rashdul Qiblat

      15 Juli 2026

      1 Shafar 1448 H Jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026 – PBNU

      15 Juli 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI