Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Darul Ajhar Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Qur’ani Lewat Khotmil Qur’an 2026

    11 Mei 2026

    Lailatul Ijtima PCNU Kabupaten Bekasi Berlangsung Khidmat, KH Ahmad Mustofa Torfi Tekankan Keikhlasan dan Spirit Tauhid

    10 Mei 2026

    Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masalalu

    6 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Darul Ajhar Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Qur’ani Lewat Khotmil Qur’an 2026
    • Lailatul Ijtima PCNU Kabupaten Bekasi Berlangsung Khidmat, KH Ahmad Mustofa Torfi Tekankan Keikhlasan dan Spirit Tauhid
    • Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masalalu
    • Laptop HP 14 Slim
    • Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan
    • Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan
    • Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Ponpes Nurul Huda Setu Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan
    • Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Selasa, Mei 12
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    • Cibarusah
    • Serang Baru
    • Bekasi
    • PD-DMI
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Fanatisme Buta – Usamah Zahid

    sahabateduBy sahabatedu6 April 2025Updated:13 April 2025 Quotes Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sering kali, kita terjebak dalam fanatisme terhadap individu atau kelompok yang kita anggap paling benar. Kecintaan yang berlebihan ini secara tidak sadar mengaburkan objektivitas kita, bahkan menumpulkan daya kritis dalam menilai sesuatu secara jernih dan adil.

    Ketika suatu kelompok melakukan kesalahan, pihak yang berseberangan akan membesar-besarkannya. Kesalahan tersebut tak jarang didramatisasi melalui narasi-narasi hiperbolik demi menggiring opini publik agar berpihak kepada kelompoknya. Sebaliknya, ketika kesalahan datang dari kelompok sendiri, sering kali justru didiamkan. Bahkan, berbagai narasi pembelaan lengkap dengan argumentasi pun dikonstruksi untuk menutupi atau membenarkan kekeliruan tersebut.

    Semua ini dilakukan demi menarik simpati publik sebanyak-banyaknya, khususnya dari kelompok massa mengambang yang belum memiliki keberpihakan yang jelas.

    Ambil contoh dalam kasus Fuad Plered. Ketika ia mengeluarkan pernyataan yang sangat tidak pantas, pihak-pihak yang satu barisan dengannya cenderung diam. Tidak ada suara tegas untuk menegur, apalagi mengkritik secara terbuka. Namun, di sisi lain, pihak yang mendukung klan Ba’alwi justru menjadikan pernyataan Fuad sebagai senjata untuk menyerang balik lawan-lawan mereka. Ucapan tersebut digeneralisasi seolah-olah mencerminkan akhlak semua pihak yang menentang mereka.

    Padahal, jika kita ingin jujur, tokoh-tokoh dari kubu lain seperti Rizieq Shihab dan Bahar Smith pun memiliki jejak rekam pernyataan yang jauh lebih kasar, vulgar, dan brutal—bukan hanya sekali, melainkan berulang kali di berbagai kesempatan. Tapi karena mereka berasal dari kelompok “sendiri”, kesalahan itu dianggap wajar, bahkan kerap dibela.

    Lalu, apa sebenarnya perbedaannya?

    Pada akhirnya, fanatisme yang membutakan dan kebencian yang membara terhadap pihak lawan tidak membawa kita pada tegaknya keadilan, justru sebaliknya—ia menjadi penghalang utama bagi terciptanya masyarakat yang adil dan beradab.

    Nabi Muhammad ﷺ pun telah mengingatkan dalam sebuah hadits: janganlah mencintai atau membenci secara berlebihan. Bisa jadi, orang atau kelompok yang hari ini kita cintai, suatu saat berubah menjadi yang paling kita benci. Begitu pun sebaliknya.

    Maka, menjadi objektif dan adil dalam menilai segala hal adalah sikap yang harus terus kita perjuangkan, dalam rangka menegakkan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh manusia. Mungkin kita tak sempat menyaksikan hasilnya dalam hidup ini, mungkin pula perjuangan itu tampak seperti utopia. Bahkan tak menutup kemungkinan, kita sendiri tanpa sadar terjebak dalam fanatisme yang kita kritik.

    Namun, selama masih ada kesadaran akan pentingnya masa depan yang lebih baik bagi anak dan cucu kita, perjuangan ini tetap layak untuk dilanjutkan—dengan keikhlasan, ketekunan, dan nalar yang jernih.

    Naskah ini disunting oleh Ibnu Rifai,S.Kom adapun naskah asli bisa dibaca di https://nubekasi.or.id/fanatisme-buta/

    sahabatedu

      Keep Reading

      Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masalalu

      Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri

      PT Sahabat Edu Digital Sampaikan Ucapan Resmi Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

      Di Balik Satu Pintu yang Tertutup

      Peresmian Masjid Quba At-Tsaqaf Berlangsung Khidmat di Perumahan Griya Mulya Indah Desa Jayamulya

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      TRENDING

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026

      Gerakan Koin NU ARNU Puri Persada Indah: Receh Jadi Berkah, Kebersamaan Jadi Kekuatan

      4 Mei 2026

      Subsidi Air Mineral untuk Tahlilan Ringankan Beban Warga, Jam’iyyah ARNU Puri Persada Indah Cibarusah Inisiatif Gotong Royong

      4 Mei 2026

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      Darul Ajhar Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Qur’ani Lewat Khotmil Qur’an 2026

      11 Mei 2026

      Lailatul Ijtima PCNU Kabupaten Bekasi Berlangsung Khidmat, KH Ahmad Mustofa Torfi Tekankan Keikhlasan dan Spirit Tauhid

      10 Mei 2026

      Gerakan KOIN NU PARNU Puri Persada Indah, Receh Jadi berkah, Kebersamaan Jadi kekuatan

      5 Mei 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI