



sahabatedu.com – Pondok Pesantren Darul Ajhar menggelar kegiatan Khotmil Qur’an dengan penuh khidmat dan semarak di lingkungan pesantren, Jalan Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus bentuk syukur atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an dan ilmu keislaman di bawah bimbingan para masyayikh serta dewan guru Pondok Pesantren Darul Ajhar.
Acara yang dihadiri para tokoh agama, wali santri, masyarakat sekitar, dan tamu undangan tersebut berlangsung dengan nuansa religius, tertib, dan penuh kekeluargaan. Para santri tampil mengenakan atribut kebesaran khotmil Qur’an dengan penuh rasa bangga dan haru, mencerminkan semangat generasi muda Islam yang cinta Al-Qur’an dan berakhlakul karimah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi serta pembacaan Ummul Kitab Surat Al-Fatihah sebagai bentuk tawassul dan harapan agar seluruh rangkaian acara mendapatkan keberkahan serta ridha Allah SWT. Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin berdiri menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Syubbanul Wathon dan Mars Darul Ajhar yang menggugah semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta loyalitas terhadap perjuangan pendidikan pesantren.
Memasuki sesi religi, para santri bersama jamaah melaksanakan pembacaan Dzikir Tahlil dan Mahalul Qiyam dengan penuh kekhusyukan. Lantunan shalawat dan dzikir menggema di area pesantren, menghadirkan suasana spiritual yang menyejukkan hati para hadirin.
Dalam sambutannya, Ust. Roykhan Ali, S.Hum. selaku panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan khotmil Qur’an yang berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak. Ia juga mengapresiasi perjuangan para santri yang telah istiqamah dalam menghafal, mempelajari, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ajhar, Kyai Haji Nuraly Bisri Djahari, menegaskan bahwa khotmil Qur’an bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk membentuk generasi yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, dan akhlak mulia. Menurutnya, pesantren harus terus menjadi benteng moral dan pusat lahirnya kader umat yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Kyai Haji Abdullah Nawawi selaku Direktur Pondok Pesantren Darul Ajhar. Beliau berharap para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membawa nilai rahmatan lil ‘alamin.
Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan santri yang menunjukkan kemampuan akademik, bahasa, serta hafalan kitab dan Al-Qur’an. Pada sesi pertama, hadirin disuguhkan pidato Bahasa Indonesia oleh Ananda Rizki Ahmad Ramadhan, penampilan Hifdzul Qur’an oleh Ananda Rayhan Arsyad At-Thohiri dan Sufyan Az-Zuhri Al-Kautsar, serta pidato Bahasa Arab oleh Adinda Khuirana Candra.
Selain itu, penampilan hafalan mutun kitab klasik turut memukau para tamu undangan, di antaranya Hifdzul Mutun Nadhom Al-Fiyah oleh Ananda Ahmad Mused Umam, hafalan Kitab Safinatunnajah oleh Ananda Gilang Ramadhan, Muh. Ulinsky, dan Ahmad Mused Umam, serta hafalan Matan Al-Jurumiyah oleh Ananda M. Rizki Bastian Anwar. Suasana haru juga terasa ketika santri putri membawakan nasyid berjudul “Senandung Ratapan Hati” dengan penuh penghayatan.
Pada sesi kedua, penampilan kembali dilanjutkan dengan Syahril Qur’an dan pembacaan Arbain Bil Ghaib oleh santri putra. Beragam pidato tiga bahasa yang dibawakan para santri menjadi bukti keberhasilan sistem pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang percaya diri dan berwawasan luas. Penampilan pidato Bahasa Inggris oleh Adinda Revallina K.A. serta pidato Bahasa Indonesia oleh Adinda Adha Intan K.N. mendapatkan apresiasi meriah dari para hadirin.
Memasuki sesi seremonial, dewan guru melakukan pembacaan dan pembagian sanad kepada para peserta sebagai simbol keberlanjutan keilmuan dan keberkahan sanad keilmuan Islam yang tersambung kepada para ulama terdahulu. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling sakral dan penuh makna dalam rangkaian kegiatan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Khotmil Qur’an, di mana para peserta memasuki ruangan dengan diiringi pasukan paskibra dan petugas lainnya secara tertib dan penuh kehormatan. Prosesi ini berlangsung khidmat dan menjadi simbol keberhasilan para santri dalam menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sekaligus meneguhkan komitmen mereka untuk terus menjaga dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin penuh kekhusyukan, memohon keberkahan bagi seluruh santri, dewan guru, wali santri, serta kemajuan Pondok Pesantren Darul Ajhar di masa mendatang.
Kegiatan Khotmil Qur’an ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pendidikan, tetapi juga memperlihatkan komitmen Pondok Pesantren Darul Ajhar dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berilmu, beradab, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

