Close Menu
sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    TRENDING

    Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri

    19 Maret 2026

    PCNU Bekasi Perkuat Iman dan Eratkan Ukhuwah Lewat Ifthar Jama’i 1447H

    19 Maret 2026

    PT Sahabat Edu Digital Sampaikan Ucapan Resmi Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri
    • PCNU Bekasi Perkuat Iman dan Eratkan Ukhuwah Lewat Ifthar Jama’i 1447H
    • PT Sahabat Edu Digital Sampaikan Ucapan Resmi Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
    • BAZNAS Kabupaten Bekasi Gelar Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas: “THR Hakiki adalah Menjadi Muttaqin”
    • PRNU Mega Regency Bersama Muslimat NU Gelar Bakti Sosial “Takjil on The Road 2026”, Perkuat Peran Penggerak NU di Tengah Masyarakat
    • Musholla Baitussalam RW 10 GVC Perkuat Peran Sosial dan Spiritual, Sinergi DKM dan Majelis Taklim Hidupkan Semangat Ramadan
    • Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Kabupaten Bekasi Intensifkan Kaderisasi Amil Zakat Fitrah Sesuai Fikih Mazhab
    • Santunan & Buka Puasa Bersama PKU II MUI Kabupaten Bekasi: Merajut Silaturahmi, Menebar Senyuman untuk Yatama
    • About Us
    • Contact
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Facebook Instagram TikTok
    Minggu, Maret 22
    • Berita
    • Tutorial
    • Tugas YADAS
    • Quotes
    • TokoKU
    sahabatedu.com |  Make Things Happen..!
    Home»Quotes

    Bantahan Lengkap terhadap Kitab al-Ushul ats-Tsalatsah

    adminBy admin14 April 2025Updated:14 April 2025 Quotes 2 Komentar5 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bantahan Lengkap terhadap Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah

    1. Latar Belakang

    Kitab ini ditulis oleh Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai dasar tauhid versi Wahhabi. Isinya tampak sederhana, tetapi menyimpan banyak penyimpangan menurut Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

    2. Masalah Utama

    2.1 Pembagian Tauhid Menjadi Tiga

    Wahhabi membagi tauhid menjadi uluhiyyah, rububiyyah, dan asma’ wa shifat, yang tidak dikenal dalam tradisi salaf.

    Imam Abu Hanifah dalam Al-Fiqh al-Akbar: “Kita mengakui bahwa Allah itu satu…”

    Aswaja membagi tauhid secara lebih klasik dan menyeluruh. Pembagian tiga tauhid ini kerap digunakan Wahhabi untuk mengkafirkan umat Islam yang melakukan tawassul atau tabarruk.

    2.2 Tawassul dan Istighatsah Dianggap Syirik

    Wahhabi menyebut berdoa kepada selain Allah sebagai syirik besar. Padahal ini bertentangan dengan praktik para sahabat dan ulama.

    “Ya Rasulallah, mintalah hujan untuk umatmu…” (HR. Al-Baihaqi)

    Imam Nawawi: “Tawassul dengan Nabi ﷺ adalah hal yang mustahab dalam setiap keadaan.”

    2.3 Kecenderungan Takfir terhadap Sesama Muslim

    Kitab ini membuka jalan untuk menganggap sesama muslim sebagai kafir hanya karena amalan yang berbeda.

    “Siapa yang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir’, maka salah satunya benar-benar kafir.” (HR. Bukhari & Muslim)

    KH. Ali Maksum: “Menganggap sesama muslim sebagai musyrik adalah bentuk ghuluw seperti Khawarij.”

    2.4 Penyempitan Makna Laa ilaaha illallah

    Wahhabi memaknai kalimat tauhid secara sempit sebagai “tidak ada sesembahan selain Allah”, padahal makna lebih luas adalah pengingkaran terhadap tuhan-tuhan palsu.

    Fakhruddin ar-Razi: Penafsiran “ilah” tidak hanya sesembahan tapi juga dzat yang memiliki kekuasaan.

    3. Kesimpulan

    Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah mengandung paham yang berbahaya dan menyesatkan umat Islam awam. Penyimpangannya meliputi:

    • Pemahaman tauhid yang menyimpang
    • Pengkafiran terhadap tradisi ulama dan amalan sahabat
    • Pengingkaran terhadap tawassul dan tabarruk
    • Fanatisme sektarian

    4. Kitab Rujukan Ahlussunnah wal Jama’ah

    • Aqidatul Awam – Syaikh Ahmad al-Marzuqi
    • Al-Fiqh al-Akbar – Imam Abu Hanifah
    • Syarh Jawharatut Tauhid – Imam al-Laqqani
    • Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah – KH. Hasyim Asy’ari
    • Aqidah an-Najat – KH. Saifuddin Zuhri

    ======================================================


    ❓ PERTANYAAN KRITIS & DALIL-DALIL UNTUK MEMBANTAH KITAB AL-USHUL ATS-TSALATSAH


    🔹 1. Mengapa pembagian tauhid menjadi 3 tidak dikenal dalam kitab-kitab aqidah klasik Ahlussunnah?

    📌 Dalil Bantahan:

    • Tidak ada dalam kitab al-Fiqh al-Akbar (Imam Abu Hanifah), al-Ibanah (Imam al-Asy’ari), al-Muwafaqat (Imam Malik), atau Risalah (Imam Syafi’i) yang membagi tauhid menjadi 3.

    📖 QS. An-Nahl: 43

    “Fas’alu ahladh-dzikri in kuntum la ta’lamun.”
    “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”

    💡 Catatan:
    Pembagian tauhid ini adalah rekayasa teologis Muhammad bin Abdul Wahhab. Bahkan Ibnu Taimiyyah yang mereka agungkan pun tidak menjadikannya sebagai dasar iman.


    🔹 2. Jika bertawassul kepada Nabi dianggap syirik, mengapa para sahabat melakukannya bahkan setelah Nabi wafat?

    📌 Dalil Hadits:

    • Diriwayatkan dari Malik ad-Dar (penjaga baitul mal Umar bin Khattab):

    “Seorang laki-laki datang ke makam Nabi dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, mintalah hujan untuk umatmu…’”
    (HR. Al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwah, sanadnya hasan)

    📖 QS. Al-Ma’idah: 35

    “Wabtaghu ilaihil wasilah…”
    “Carilah jalan mendekatkan diri kepada-Nya.”

    💬 Imam Nawawi dalam al-Majmu’:

    “Bertawassul kepada Nabi adalah disunnahkan dan tidak dilarang.”


    🔹 3. Jika ziarah kubur dan tabarruk disebut syirik, bagaimana dengan perintah Rasul untuk ziarah kubur?

    📌 Dalil Hadits:

    “Aku dulu melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena itu mengingatkan akhirat.”
    (HR. Muslim no. 977)

    📖 QS. At-Taubah: 84

    “Dan janganlah kamu berdiri (shalat jenazah) atas (kubur) salah seorang di antara mereka (orang munafik) yang telah mati, dan jangan kamu berdiri di kuburnya…”

    💡 Catatan:
    Ayat ini menunjukkan bahwa berdiri di kuburan untuk mendoakan jenazah adalah praktik yang dikenal dalam Islam, dan hanya dilarang bagi orang munafik.


    🔹 4. Jika istighatsah dianggap syirik akbar, mengapa Nabi sendiri menyuruh para sahabat untuk minta syafaat dan doa dari beliau?

    📌 Dalil Hadits:

    • Hadits sahih dari Bukhari:

    “Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkan seperti ucapannya, lalu bershalawatlah atas Nabi… dan mintalah kepada Allah agar Aku mendapat wasilah.”

    📖 QS. Yusuf: 97-98

    “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan bagi kami kepada Allah…”
    Lalu Ya’qub menjawab: “Aku akan memohonkan ampun untuk kalian.”

    💬 Penjelasan:
    Jika meminta doa kepada orang saleh yang hidup saja tidak syirik, maka meminta syafaat kepada Nabi yang masih hidup dalam alam barzakh juga bukan syirik.


    🔹 5. Jika kalimat laa ilaaha illallah hanya dimaknai “tidak ada sesembahan selain Allah”, bukankah itu tidak cukup membantah penyembahan berhala?

    📖 QS. Al-Baqarah: 163

    “Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia…”

    💬 Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir menjelaskan:

    “Ilah adalah dzat yang ditaati, ditunduki, dan diagungkan, bukan hanya disembah secara lahir.”

    💡 Catatan:
    Kalimat laa ilaaha illallah memiliki makna luas, bukan hanya penolakan terhadap “penyembahan”, tetapi juga penolakan terhadap ketuhanan palsu, pengagungan berlebih, dan keyakinan yang rusak.


    🔹 6. Jika mayoritas umat Islam dianggap melakukan syirik, apakah Nabi ﷺ gagal menyampaikan risalahnya selama 23 tahun?

    📖 QS. Al-Ma’idah: 3

    “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu…”

    📌 Dalil Hadits:

    “Umatku tidak akan bersepakat di atas kesesatan.”
    (HR. Tirmidzi no. 2167)

    💬 KH. Hasyim Asy’ari dalam Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah:

    “Barangsiapa yang menuduh mayoritas umat Islam musyrik, maka ia telah keluar dari manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.”


    ~Ibnu Rifai,S.Kom~

    admin

      Keep Reading

      Kembali Suci, Kembali Mencintai: Menghapus Dendam, Menyulam Kasih di Hari Fitri

      PT Sahabat Edu Digital Sampaikan Ucapan Resmi Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

      Di Balik Satu Pintu yang Tertutup

      Peresmian Masjid Quba At-Tsaqaf Berlangsung Khidmat di Perumahan Griya Mulya Indah Desa Jayamulya

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

      Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Grand Vista Cikarang MT Saroha Yayasan Sari Anugrah Ilahi

      View 2 Comments

      2 Komentar

      1. Anonim on 15 April 2025 12:11 AM

        Ajiib👍

        Reply
        • admin on 15 April 2025 7:01 PM

          semoga bermanfaat…

          Reply
      Reply To admin Cancel Reply

      TRENDING

      Innalillahi, Mujiburahman (Gus Mujib) Tutup Usia, NU Perum Mega Regency Kehilangan Kader Terbaik

      1 Maret 2026

      LAZISNU Kecamatan Serang Baru Perkuat Kapasitas Amil melalui Upgrading dan Pembekalan Madrasah Amil

      17 Februari 2026

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

      9 Februari 2026

      Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Kabupaten Bekasi Intensifkan Kaderisasi Amil Zakat Fitrah Sesuai Fikih Mazhab

      3 Maret 2026
      POSTINGAN TERBARU

      PCNU Bekasi Perkuat Iman dan Eratkan Ukhuwah Lewat Ifthar Jama’i 1447H

      19 Maret 2026

      PT Sahabat Edu Digital Sampaikan Ucapan Resmi Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

      14 Maret 2026

      BAZNAS Kabupaten Bekasi Gelar Kultum Ramadan di AEON Mall Deltamas: “THR Hakiki adalah Menjadi Muttaqin”

      8 Maret 2026
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • Disclaimer
      • Privacy
      • Advertisement
      • About Us
      © 2026 Sahabat Education

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Ada Pertanyaan..? Klik DISINI