Jayamulya, Sabtu, 14 Februari 2026 – Pemerintah Desa Jayamulya menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dengan menerima kunjungan monitoring dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang selama ini menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga rentan di desa.
Kunjungan tersebut turut melibatkan mahasiswa pendamping serta perwakilan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan permintaan dan pengumpulan data sebagai bagian dari kegiatan penelitian dan pengembangan program pemberdayaan berbasis masyarakat.
Kegiatan berlangsung bersama pengurus dan anggota Kelompok PEKKA Desa Jayamulya. Dalam kesempatan tersebut, tim melakukan pendataan lapangan, evaluasi pelaksanaan program, serta dialog langsung dengan anggota untuk menggali informasi terkait perkembangan kegiatan, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan kelompok dalam penguatan usaha ekonomi dan pemberdayaan sosial.
Perwakilan DP3A Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan perempuan berjalan secara optimal, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kemandirian ekonomi serta kualitas hidup keluarga. Selain itu, kolaborasi dengan kalangan akademisi diharapkan mampu memperkuat basis data dan kajian ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, tim akademisi dari IPB menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan untuk mendukung penelitian mengenai kondisi sosial ekonomi anggota PEKKA serta memetakan potensi pengembangan usaha produktif di tingkat desa. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis dalam penguatan program pemberdayaan masyarakat ke depan.
Pemerintah Desa Jayamulya menyambut positif kegiatan tersebut dan menegaskan peran aktif desa dalam mendukung keberlangsungan program PEKKA. Pemdes tidak hanya memfasilitasi kegiatan dan pendataan, tetapi juga terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta membuka akses kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat kapasitas kelompok.
Perwakilan Pemerintah Desa Jayamulya menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga, merupakan bagian penting dari pembangunan desa yang inklusif.
“Pemdes Jayamulya berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung setiap program pemberdayaan masyarakat. Melalui penguatan Kelompok PEKKA, kami berharap para perempuan kepala keluarga dapat semakin mandiri secara ekonomi, percaya diri secara sosial, dan berkontribusi dalam pembangunan desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemdes juga berperan dalam mengintegrasikan program PEKKA dengan kegiatan pembangunan desa lainnya, termasuk pengembangan UMKM, pelatihan keterampilan, serta akses terhadap program bantuan dan perlindungan sosial.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan data pendukung yang dibutuhkan oleh tim DP3A dan akademisi, serta foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan komitmen sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan program pemberdayaan perempuan di Desa Jayamulya dapat terus berkembang, memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan desa.
