




sahabatedu.com — Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Yayasan PABU (Pundi Amal Bakti Umat) Cabang Kabupaten Bekasi – Serang Baru menggelar kegiatan Pawai Tarhib Ramadan yang dirangkaikan dengan Santunan Anak Yatim, bertempat di Perumahan Mutiara Puri Harmoni, MPH 3 Blok D2/66.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan khidmat, diikuti oleh anak-anak, remaja, serta masyarakat sekitar. Pawai Tarhib Ramadan menjadi sarana syiar Islam sekaligus ajakan kepada warga untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua RT Bapak Sutarno dan Ketua RW Bapak Ali sebagai bentuk dukungan pemerintah lingkungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Ketua RT Sutarno menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Tarhib Ramadan dan santunan anak yatim yang dilaksanakan oleh Yayasan PABU. Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan warga. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi kebaikan di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW Ali menegaskan pentingnya momentum Ramadan untuk mempererat solidaritas sosial.
“Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim. Kami dari pihak RW sangat mendukung kegiatan positif seperti ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kyai Amil Holidi yang sebelumnya dijadwalkan hadir menyampaikan dukungan secara terpisah. Ketidakhadirannya disebabkan karena sedang menjalankan tugas kemanusiaan sebagai amil jenazah di waktu yang bersamaan.
Melalui pesannya, Kyai Amil Holidi menyampaikan apresiasi dan doa untuk kelancaran kegiatan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf belum dapat hadir karena sedang menjalankan amanah sebagai amil jenazah. Namun saya sangat mendukung kegiatan Tarhib Ramadan dan santunan anak yatim ini. Memuliakan dan memelihara anak yatim adalah amal yang sangat besar pahalanya, terlebih dilakukan dalam momentum menyambut bulan suci Ramadan,” tuturnya.
Beliau juga menambahkan bahwa perhatian terhadap anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.
“Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memelihara anak yatim akan dekat dengan beliau di surga seperti dua jari yang dirapatkan. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai bentuk kepedulian dan ibadah sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam pandangan para ulama, memelihara dan menyantuni anak yatim termasuk amal sosial yang sangat dianjurkan (amal shalih yang bersifat kemasyarakatan). Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa menyayangi anak yatim merupakan bagian dari penyucian hati dan bentuk nyata dari akhlak rahmah (kasih sayang). Sementara itu, para ulama menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, serta pendampingan agar mereka tumbuh dengan baik secara mental dan spiritual.
Selain pawai yang meriah, kegiatan santunan menjadi inti acara yang sarat nilai kemanusiaan. Anak-anak yatim menerima bantuan dan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kebahagiaan dalam menyambut Ramadan.
Menutup rangkaian kegiatan, Kyai Amil Sukur yang turut hadir memberikan doa dan harapan agar kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pihak.
“Kegiatan menyambut Ramadan dengan berbagi kepada anak yatim adalah amal yang sangat mulia. InsyaAllah, setiap langkah kebaikan yang dilakukan hari ini akan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi lingkungan, para donatur, panitia, dan seluruh masyarakat. Semoga semangat berbagi dan kepedulian ini terus terjaga dan semakin berkembang di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan PABU Cabang Kabupaten Bekasi – Serang Baru menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta memperkuat sinergi antara lembaga sosial, tokoh agama, pemerintah lingkungan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, peduli, dan harmonis.
