Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un
Keluarga besar Nahdlatul Ulama kembali berduka. Salah satu kader terbaiknya, almarhum Mujiburahman (Gus Mujib), Katib Suriyah PRNU MERCY, telah berpulang ke rahmatullah pada 1 Maret 2026.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam, khususnya bagi jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Perum Mega Regency dan seluruh warga nahdliyin yang mengenal kiprah, dedikasi, serta ketulusan beliau dalam berkhidmah.
Sosok Alim, Tawadhu, dan Istiqamah dalam Khidmah
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang tenang, bersahaja, dan penuh hikmah dalam bertutur. Dalam kapasitasnya sebagai Katib Suriyah, beliau bukan sekadar menjalankan tugas administratif keagamaan, tetapi menjadi penjaga marwah jam’iyah, penguat sanad keilmuan, serta perekat ukhuwah di tengah masyarakat.
Di kalangan nahdliyin, Gus Mujib dikenal istiqamah menghidupkan tradisi Aswaja an-Nahdliyah:
- Mengawal amaliyah seperti tahlil, istighasah, dan maulid
- Membimbing umat dengan pendekatan hikmah dan kelembutan
- Menjaga harmoni sosial dengan semangat tasamuh (toleransi) dan tawazun (keseimbangan)
Beliau adalah representasi kader NU yang matang dalam fikrah (pemikiran), harakah (gerakan), dan amaliyah.
Teladan dalam Kesederhanaan dan Pengabdian
Dalam keseharian, almarhum dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Tidak pernah menonjolkan diri, namun selalu hadir ketika umat membutuhkan bimbingan. Sikap tawadhu’ dan keikhlasan beliau menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus.
Bagi warga Perum Mega Regency dan sekitarnya, Gus Mujib bukan hanya pengurus organisasi, tetapi guru, sahabat, dan peneduh umat. Banyak nasihat beliau yang menenangkan, banyak doa beliau yang menjadi penguat langkah jamaah.
Duka yang Mendalam, Doa yang Tak Terputus
Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi jam’iyah. Namun sebagai nahdliyin, kita meyakini bahwa setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT. Yang tersisa adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak-anak saleh serta jamaah yang beliau bina.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, melapangkan kuburnya, menjadikannya taman dari taman-taman surga, serta menempatkan almarhum bersama para shalihin, para ulama, dan kekasih-kekasih-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan.
Al-Fatihah untuk almarhum Mujiburahman (Gus Mujib).
Khidmahmu akan terus hidup dalam denyut perjuangan Nahdlatul Ulama dan hati para nahdliyin.

