Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Ibu Eem binti Kaban, ibunda dari sahabat Abdurohman, yang saat ini menjabat sebagai Kasubag Dinas Koperasi Kabupaten Bekasi.
Kabar duka ini menyelimuti hati segenap pengurus dan warga Nahdliyin di Kabupaten Bekasi. Almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang penuh kasih sayang, sederhana, serta senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam keluarga.
Dalam pernyataannya, tokoh Nahdliyin Kyai Enjuk Marjuki, MPD turut menyampaikan duka yang mendalam serta pesan penuh hikmah kepada seluruh umat.
“Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Sang Pencipta. Wafatnya almarhumah Ibu Eem binti Kaban menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat keikhlasan dalam menjalani hidup. Kami bersaksi bahwa beliau adalah pribadi yang baik. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran yang indah (sabrun jamil) dan kekuatan iman dalam menerima takdir ini,” tuturnya.
Sejalan dengan itu, Ketua PCNU Kabupaten Bekasi juga menegaskan bahwa wafatnya almarhumah bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh warga Nahdliyin.
“Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya sahabat Abdurohman, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, doa menjadi pengikat ukhuwah dan bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum/almarhumah. PCNU Kabupaten Bekasi juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik, tahlil, dan istighotsah, sebagai bentuk kepedulian dan cinta sesama muslim.
Wafatnya almarhumah menjadi pengingat bagi kita semua akan hakikat kehidupan yang fana. Sebagaimana dawuh para ulama, kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan yang kekal.
Semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikan almarhumah, melapangkan kuburnya, serta menjadikannya bagian dari hamba-hamba-Nya yang mendapatkan rahmat dan ridha.
Al-Fatihah.

